Akhirnya, hasil tes DNA untuk kerangka yang sempat menggemparkan warga itu resmi keluar. Kerangka tersebut ditemukan tersembunyi di dalam batang pohon Aren di Desa Pematang Ganjang, Sei Rampah.
Konfirmasi datang langsung dari Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manullang. "Sudah keluar," katanya singkat ketika dihubungi Jumat lalu.
Setelah menunggu hampir dua bulan, proses identifikasi forensik itu akhirnya memberikan titik terang. Hasilnya menunjukkan dengan keyakinan tinggi, 99,9%, bahwa tulang belulang itu adalah milik Muhammad Yudha Prawira, seorang warga yang hilang kontak sejak dua tahun silam. "Iya, benar itu Yudha. Kecocokan DNA-nya dengan sang ayah, Amrita Hamid, sangat kuat," ujar Manullang menjelaskan.
Yang cukup mengejutkan, dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tulang-tulangnya. Tidak ada retakan atau tanda-tanda patah yang mencurigakan.
Namun begitu, misteri masih menyelimuti kasus ini. Polisi mengaku belum akan menutup penyelidikan. "Kami masih akan mendalami bagaimana mungkin kerangka itu bisa berada di dalam pohon Aren. Prosesnya masih berlanjut," sambungnya, menegaskan bahwa pertanyaan terbesar justru ada pada tempat penemuannya.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan