Akhirnya, hasil tes DNA untuk kerangka yang sempat menggemparkan warga itu resmi keluar. Kerangka tersebut ditemukan tersembunyi di dalam batang pohon Aren di Desa Pematang Ganjang, Sei Rampah.
Konfirmasi datang langsung dari Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manullang. "Sudah keluar," katanya singkat ketika dihubungi Jumat lalu.
Setelah menunggu hampir dua bulan, proses identifikasi forensik itu akhirnya memberikan titik terang. Hasilnya menunjukkan dengan keyakinan tinggi, 99,9%, bahwa tulang belulang itu adalah milik Muhammad Yudha Prawira, seorang warga yang hilang kontak sejak dua tahun silam. "Iya, benar itu Yudha. Kecocokan DNA-nya dengan sang ayah, Amrita Hamid, sangat kuat," ujar Manullang menjelaskan.
Yang cukup mengejutkan, dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tulang-tulangnya. Tidak ada retakan atau tanda-tanda patah yang mencurigakan.
Namun begitu, misteri masih menyelimuti kasus ini. Polisi mengaku belum akan menutup penyelidikan. "Kami masih akan mendalami bagaimana mungkin kerangka itu bisa berada di dalam pohon Aren. Prosesnya masih berlanjut," sambungnya, menegaskan bahwa pertanyaan terbesar justru ada pada tempat penemuannya.
Kilas Balik Penemuan Mengerikan
Semuanya berawal pada sebuah Selasa sore, tepatnya 9 September. Suasana berubah mencekam ketika dua orang pemuda, Aldi dan Rian, secara tak sengaja menemukan sesuatu yang mengerikan.
Mereka sedang asyik memanen buah sawit di belakang rumah. Saat itulah, Aldi melihat sebuah pohon aren yang tumbang. Batangnya retak, dan dari celah retakan itu, sesuatu yang putih dan menyerupai tulang terlihat samar.
Rasa penasaran menggerakkan mereka untuk membongkar bagian batang pohon itu. Dan benar saja, yang mereka temukan adalah satu set kerangka manusia lengkap. Bayangkan saja, betapa terkejutnya mereka.
Manullang menuturkan kronologi laporan yang diterima polisi. "Mereka melihat ada pohon tumbang, diperiksalah. Kemudian dilihatnya ada kerangka, lalu mereka berdua melaporkan penemuan ini kepada masyarakat setempat dan akhirnya sampai ke kami," jelasnya.
Tim polisi segera diterjunkan ke lokasi. Kerangka itu kemudian dibawa dengan hati-hati ke Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, menandai dimulainya proses identifikasi panjang yang akhirnya menjawab satu teka-teki, meski menyisakan teka-teki lain yang lebih dalam.
Artikel Terkait
MotoGP Italia 2026: Kualifikasi dan Sprint Race di Mugello Hari Ini, Veda Ega Pratama Jadi Sorotan
Polisi Gerebek Tempat Hiburan Malam di Medan, Tangkap Karyawan dan Sita Delapan Butir Ekstasi
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 Akibat Cedera Otot Kambuh
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan