Pemerintah sedang menggenjot pemasangan jembatan darurat. Tak tanggung-tanggung, targetnya 270 unit jembatan bailey untuk tiga provinsi yang porak-poranda akibat bencana: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini penting banget untuk membuka akses yang terputus.
Jembatan-jembatan ini nantinya bakal jadi urat nadi baru, menghubungkan jalan nasional hingga ke pelosok desa. Jadi, bukan cuma untuk arus utama, tapi juga buat warga di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa agar bisa kembali beraktivitas.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari yang akrab disapa Aam menegaskan hal itu dalam keterangannya akhir pekan lalu.
"Untuk jembatan bailey, ini total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi secara keseluruhan. Memang akan terus berproses pemasangannya," jelas Aam.
Ia menambahkan, "Jadi, tidak hanya akan menghubungkan jalan-jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga masuk ke jalan-jalan kabupaten, jalan kecamatan, hingga jalan desa."
Menurut Aam, ide dasarnya sederhana: menyambung kembali apa yang putus. Hampir semua jembatan yang rusak parah akan dikoneksikan ulang memakai jembatan bailey ini. Tujuannya jelas, mobilitas antardaerah harus segera pulih. Masyarakat tidak bisa terus-terusan terisolasi.
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina