270 Jembatan Bailey Segera Sambung Tiga Provinsi yang Porak-Poranda

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:00 WIB
270 Jembatan Bailey Segera Sambung Tiga Provinsi yang Porak-Poranda

Pemerintah sedang menggenjot pemasangan jembatan darurat. Tak tanggung-tanggung, targetnya 270 unit jembatan bailey untuk tiga provinsi yang porak-poranda akibat bencana: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini penting banget untuk membuka akses yang terputus.

Jembatan-jembatan ini nantinya bakal jadi urat nadi baru, menghubungkan jalan nasional hingga ke pelosok desa. Jadi, bukan cuma untuk arus utama, tapi juga buat warga di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa agar bisa kembali beraktivitas.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari yang akrab disapa Aam menegaskan hal itu dalam keterangannya akhir pekan lalu.

"Untuk jembatan bailey, ini total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi secara keseluruhan. Memang akan terus berproses pemasangannya," jelas Aam.

Ia menambahkan, "Jadi, tidak hanya akan menghubungkan jalan-jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga masuk ke jalan-jalan kabupaten, jalan kecamatan, hingga jalan desa."

Menurut Aam, ide dasarnya sederhana: menyambung kembali apa yang putus. Hampir semua jembatan yang rusak parah akan dikoneksikan ulang memakai jembatan bailey ini. Tujuannya jelas, mobilitas antardaerah harus segera pulih. Masyarakat tidak bisa terus-terusan terisolasi.

"Jadi, hampir semua nanti jembatan-jembatan yang saat ini terputus, kita akan koneksikan kembali dengan menggunakan jembatan bailey," tuturnya.

Beberapa lokasi bahkan sudah menunjukkan progres. Salah satu yang sudah beroperasi adalah jembatan bailey di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Jembatan sepanjang 30 meter itu sudah diuji coba dan kini ramai dilintasi warga. Dengan lebar 4,2 meter, jembatan ini mampu menahan beban hingga 18 ton.

"Jembatan ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum serta siap mendukung pemulihan akses transportasi utama antarwilayah," kata Aam.

Di tempat lain, pengerjaan terus berjalan. Ambil contoh di Aceh, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bandar Khelipah dan Permatan, Bener Meriah, progresnya sudah mencapai 75 persen. Hampir rampung, deh.

Namun begitu, tidak semuanya berjalan mulus. Di Timbang Gajah, Bener Meriah, misalnya, proses pemasangan masih berlangsung. Sementara untuk akses menuju Dusun Uning, Desa Pining, Gayo Lues, tim terlebih dahulu harus membersihkan jalan yang terhalang material longsor dan sampah banjir. Pekerjaan ini memang butuh waktu, tapi setahap demi setahap, akses pasti akan terbuka kembali.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar