Motif Penculikan Bocor: Pelaku Ingin Rujuk dengan Ibu Korban

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:25 WIB
Motif Penculikan Bocor: Pelaku Ingin Rujuk dengan Ibu Korban

Motif di balik penculikan anak di Tambun Selatan akhirnya terungkap. Polisi menyebut pelaku, berinisial MAR, punya tujuan yang cukup personal: ingin kembali menjalin hubungan asmara dengan ibu dari korban. Itulah alasan utama di balik aksi nekatnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Sabtu lalu.

“Dari pemeriksaan, motifnya untuk mengancam orang tua korban. Intinya, dia mau hubungannya dengan ibu korban bisa kembali lagi,” jelas Budi.

Kronologi kejadiannya bermula Minggu (25/1) lalu. Saat itu, korban yang berinisial MAA disuruh keluarganya beli LPG di sebuah warung tak jauh dari rumahnya di Desa Setiamekar. Tapi, anak itu tak kunjung pulang.

Menurut sejumlah saksi, MAA terakhir terlihat bersama seorang pria. Pria itu memakai atribut ojol dan mengendarai motor. Diduga, pelaku memaksa si anak untuk ikut dengannya bahkan dikabarkan sempat mengancam pakai belati yang ditaruh di dashboard motornya.

Laporan dari keluarga baru masuk ke polisi sehari setelahnya, Senin (26/1). Unit Jatanras Polres Metro Bekasi langsung turun tangan. Penyidikan dan pelacakan intensif pun dilakukan.

Usaha itu membuahkan hasil. Tim berhasil melacak bahwa pelaku kemungkinan berada di wilayah Kabupaten Bandung. Pengejaran kemudian berlanjut hingga ke Terminal Leuwipanjang.

Nah, pada Kamis (29/1), petugas akhirnya menghentikan sebuah bus antarkota di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Bus itu sedang dalam perjalanan menuju Merak. Dan di dalam bus itulah, pelaku bersama korban berhasil diamankan dengan selamat.

“Keduanya langsung kami amankan. Kondisi korban baik dan sudah diserahkan kembali ke keluarganya,” terang Budi Hermanto.

Sekarang, MAR sudah dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk menjalani proses hukum. Budi juga mengingatkan masyarakat. Kalau ada kejadian serupa atau tindak pidana lainnya, jangan sungkan untuk melapor. Hubungi saja call center 110.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler