Angka yang muncul dari bencana di Sumatera sungguh memilukan. Hingga Minggu sore kemarin, catatan Kementerian PKP menunjukkan hampir 140 ribu rumah warga porak-poranda diterjang banjir dan longsor. Wilayah terdampak mencakup Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan kerusakan terjadi sejak awal Desember.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, membeberkan datanya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin siang.
Ia menjelaskan, angka sebanyak itu mencakup segala tingkat kerusakan. Mulai dari rumah yang retak-retak, ambruk sebagian, hingga yang paling parah: hanyut terbawa arus atau tertimbun material longsor.
Dari tiga provinsi, Aceh menanggung beban terberat. Di sana, lebih dari 100 ribu unit rumah terdampak. Rinciannya, 38.533 rumah rusak ringan, 22.204 rusak sedang, dan 35.517 lainnya rusak berat. Belum lagi 4.295 rumah yang sama sekali hanyut dari fondasinya.
Kondisi di Sumatera Utara tak kalah suram. Sekitar 29.766 rumah warga dilaporkan rusak. Sementara itu, di Sumatera Barat, angka kerusakan mencapai 9.150 unit. Kerugian materialnya jelas luar biasa.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi