Guardiola Bicara Gaza di Barcelona: Kita Telah Meninggalkan Mereka Sendirian

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:00 WIB
Guardiola Bicara Gaza di Barcelona: Kita Telah Meninggalkan Mereka Sendirian

BARCELONA Kesibukannya di Manchester City tak menghalangi Pep Guardiola untuk pulang ke Barcelona. Tapi kali ini, bukan untuk urusan sepak bola. Sang pelatih datang dengan misi kemanusiaan yang jauh lebih personal.

Di kota yang pernah ia pimpin dengan gemilang, Guardiola muncul dalam sebuah konser amal bertajuk "Act x Palestine." Acara ini digelar untuk menggalang dukungan bagi warga sipil, terutama anak-anak, di Gaza yang terjebak dalam konflik berkepanjangan. Sebuah aksi nyata di luar lapangan hijau.

Yang menarik, penampilannya ini berlangsung sangat cepat setelah kiprahnya di Liga Champions. Baru sehari sebelumnya, ia membawa City menang 2-0 atas Galatasaray. Kamis malam (29/1) waktu setempat, ia sudah berdiri di arena Palau Sant Jordi, Barcelona, di hadapan ribuan pasang mata.

Penampilannya langsung menyita perhatian. Guardiola mengenakan syal keffiyeh khas Palestina, hitam-putih, yang melingkar di lehernya. Dengan itu, ia naik ke panggung.

Suasana berubah hening ketika ia mulai berbicara. Guardiola menyoroti penderitaan yang sering tak terlihat. Ia bercerita tentang sebuah video yang ia lihat di media sosial, gambaran yang sulit dilupakan: seorang anak kecil, berdiri di antara puing-puing, kebingungan total.

"Anak itu hanya bertanya, 'Di mana ibu saya?'" ujarnya, suaranya terdengar berat. "Di tengah semua reruntuhan itu. Saya rasa... kita telah meninggalkan mereka sendirian. Terabaikan."

Namun begitu, pidatonya tak hanya berisi keprihatinan. Ada amarah yang tersirat, kritik yang tajam. Guardiola tak segan menyebut para pemimpin dunia sebagai "penakut."

Menurutnya, mereka aman di rumah-rumah nyaman, sambil mengirim pemuda-pemuda tak bersalah untuk saling bunuh di medan perang. Sebuah kecaman yang blak-blakan dari seorang figur publik sebesar dirinya.

Ia punya pandangan tentang motif di balik kekerasan. "Serangan bom itu," tegas Guardiola, "bertujuan menciptakan keheningan. Agar dunia lelah dan akhirnya berpaling." Kehadiran ribuan orang di konser malam itu, baginya, adalah bentuk perlawanan terhadap kesunyian yang dipaksakan tersebut.

Di sisi lain, acara ini sendiri punya pendekatan yang unik. Tak sekadar konser biasa, "Act x Palestine" juga menampilkan bintang pop papan atas Spanyol, Rosalia, untuk memeriahkan.

Dan yang lebih penting, dana yang terkumpul nantinya tidak akan disalurkan sebagai bantuan darurat biasa. Aliran dana justru dialokasikan khusus untuk mendukung inisiatif budaya, melalui jaringan Palestinian Performing Arts Network. Sebuah cara lain untuk menjaga semangat tetap hidup di tengah kepedihan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler