Muzani Tegaskan: Kekuatan NU adalah Pondasi Ketangguhan Indonesia

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:55 WIB
Muzani Tegaskan: Kekuatan NU adalah Pondasi Ketangguhan Indonesia

Di tengah kemeriahan puncak Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Sabtu lalu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan pesan yang tegas. Intinya sederhana: negara ini membutuhkan NU yang kuat.

“Negara perlu NU kuat,” ucap Muzani, mengawali pidatonya. Kalimat itu diulanginya, memberi penekanan. Lalu ia pun menjabarkan. “Kenapa? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat.”

Namun begitu, kekuatan seperti apa yang dimaksud? Bagi Muzani, jawabannya konkret dan menyentuh langsung kehidupan warga. NU akan kuat, katanya, jika jam’iyah-nya kuat. Jika jamaahnya sehat. Jika mereka kenyang, punya pekerjaan, dan dompetnya tebal. Poin-poin itu disampaikannya beruntun, menggambarkan sebuah piramida kebutuhan yang harus terpenuhi dari dasar.

Menurutnya, pondasi Indonesia yang tangguh juga dibangun dari hal serupa. Dari rakyat yang sehat jasmani dan pikiran, yang produktif bekerja, dan yang cerdas. Selama ini, NU diyakini telah menampilkan kekuatan semacam itu, salah satunya melalui lantunan doa.

“Dan itulah kira-kira yang dimaksud dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah,” jelas Muzani.

“Dunia yang baik, akhirat yang baik. Itulah tujuan yang diajarkan para ulama, kyai, guru, dan nyai kita di pondok-pondok pesantren.”

Di sisi lain, Muzani tak lupa mengingatkan tentang komitmen pengabdian. Ia berharap NU takkan pernah lelah memberi kontribusi bagi bangsa. Pengabdian itu, lanjutnya, harus terus mengalir tanpa mengharapkan imbalan pujian atau bahkan tak tergoyahkan oleh makian sekalipun.

“Memberi pengabdian pada negara kadang dipuji, kadang dimaki. Tapi bagi pimpinan NU, santri, pengurus, dan kyainya, kita tidak butuh itu semua. Yang penting adalah ridho Allah subhanahu wa ta’ala,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia menyemangati. “Selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU.”

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler