Namun begitu, ada celah besar dalam catatan itu. "Isinya cuma sampai era Reformasi. Pemilu 1999 saja tidak tercatat, apalagi pemilu-pemilu yang lebih mutakhir," ujarnya.
Dia menyebut buku baru ini mengakomodasi temuan dan penelitian terkini dari para ahli. Tujuannya tak sekadar dokumentasi.
"Ini akan jadi salah satu acuan penting," jelas Fadli. "Bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa kita."
Pada akhirnya, bagi Menteri, upaya ini lebih dari sekadar menyusun fakta. "Ini adalah cara kita menemukan kembali identitas nasional. Saya kira itu poin utamanya," tutupnya.
Artikel Terkait
Harga CPO Februari 2026 Naik Tipis, Didorong Antisipasi Imlek dan Ramadan
Menag Lepas 1.620 Petugas Haji ke Arab Saudi, Tongkat Estafet Resmi Beralih
KPK Dalami Perjalanan Luar Negeri dan Penukaran Uang Ridwan Kamil
Dari Kue Basah ke Peyek Koin: Kisah Ibu Murni dan Dukungan yang Mengubah Nasib