Namun begitu, ada celah besar dalam catatan itu. "Isinya cuma sampai era Reformasi. Pemilu 1999 saja tidak tercatat, apalagi pemilu-pemilu yang lebih mutakhir," ujarnya.
Dia menyebut buku baru ini mengakomodasi temuan dan penelitian terkini dari para ahli. Tujuannya tak sekadar dokumentasi.
"Ini akan jadi salah satu acuan penting," jelas Fadli. "Bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa kita."
Pada akhirnya, bagi Menteri, upaya ini lebih dari sekadar menyusun fakta. "Ini adalah cara kita menemukan kembali identitas nasional. Saya kira itu poin utamanya," tutupnya.
Artikel Terkait
Permintaan Jasa Titip Barang di Stasiun Pasar Senen Melonjak 50% Saat Arus Mudik
Danantara Buka Pendaftaran Gelombang Kedua untuk Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik
Imsak Bogor Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Salat
Gubernur DKI Siapkan WFH untuk ASN Guna Hemat BBM Antisipasi Dampak Konflik Global