IHSG Terseret ke Zona Merah, LQ45 Anjlok Lebih Dalam

- Jumat, 05 Desember 2025 | 16:24 WIB
IHSG Terseret ke Zona Merah, LQ45 Anjlok Lebih Dalam

Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan sentuhan pesimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis 7,434 poin (0,09 persen) dan berakhir di level 8.632,761. Pergerakannya memang tak terlalu tajam, tapi cukup untuk menempatkannya di zona merah Jumat sore.

Indeks LQ45 bahkan terlihat lebih tertekan, anjlok 0,76 persen ke posisi 847,268. Di dalam papan perdagangan, suasana terbelah. Meski ada 362 saham yang mampu menguat, tekanan jual terhadap 293 emiten lain tetap terasa. Sementara itu, 146 saham lainnya cenderung diam di tempat.

Aktivitas perdagangan terbilang cukup sibuk. Transaksi terjadi lebih dari 2,5 juta kali dengan volume hampir 48 miliar saham. Nilai transaksinya? Mencapai Rp 20,2 triliun. Angka yang tidak kecil.

Beberapa saham menjadi penyumbang tekanan utama. Humpuss Maritim Internasional (HUMI) misalnya, merosot hampir 15 persen ke level 199. Andalan Sakti Primaindo (ASPI) dan Atlantis Subsea Indonesia (ATLA) juga ikut terperosok dengan penurunan masing-masing 14,69 persen dan 12 persen.

Tak ketinggalan, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Lotte Chemical Titan (FPNI) pun masuk dalam daftar penggerak bearish hari ini.

Di tengah pelemahan IHSG, ada sedikit kabar baik dari nilai tukar. Rupiah ternyata sedikit menguat terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang kita menguat 5 poin ke Rp 16.648 per dolar.

Bagaimana dengan bursa regional? Kondisinya beragam.

Pasar Jepang, misalnya, tampak lesu. Indeks Nikkei 225 turun lebih dari 1 persen. Singapura juga mengikuti tren negatif dengan Straits Times yang melemah 0,25 persen.

Namun begitu, suasana berbeda justru terlihat di China dan Hong Kong. Indeks Hang Seng naik 0,58 persen, sementara SSE Composite di Shanghai menguat 0,70 persen. Tampaknya, sentimen di kawasan Asia tidak seragam hari ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar