"Kalau di Manado, Bitung itu kebetulan 28 persen (penjualan) Gran Max. Lalu 24 persen adalah Sigra, kemudian Ayla itu 22 persen, dan 11 persennya adalah Terios. Mayoritas memang pembeli mobil pertama," papar Tri.
Ada alasan kuat di balik itu. Profil daerah dengan sumber daya pertanian dan perikanan yang melimpah rupanya cocok dengan keunggulan Gran Max sebagai kendaraan angkut. Sementara Sigra, dengan ruang yang pas, jadi pilihan favorit keluarga muda yang baru pertama kali beli mobil.
"Jadi memang kebutuhan terkait dengan sarana pengangkutan yang size-nya low. Ini memang Gran Max pikap mendapatkan apresiasi yang cukup baik. Jadi setiap bulannya 28 persen dari penjualan kami di Manado, Bitung itu didapatkan dari Gran Max pikap," tukasnya.
Secara nasional, performa Daihatsu juga solid. Data Gaikindo mencatat, penjualan wholesale dari pabrik ke diler hingga November lalu telah mencapai 118.774 unit. Sementara penjualan ritel ke konsumen malah lebih tinggi, 125.280 unit.
Dengan pangsa pasar 16,9 persen itu, posisi Daihatsu di papan klasemen produsen mobil pun tak main-main: peringkat kedua terlaris di tanah air.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup