Menurut sejumlah saksi, dia berasal dari keluarga yang akrab dengan dunia militer. Kini, dia meninggalkan seorang anak perempuan yang masih menuntut ilmu di bangku kuliah, mengambil jurusan Sastra Inggris.
Rumah dukanya tak pernah sepi. Banyak yang datang, dari warga biasa, pejabat, hingga rekan-rekan seperjuangannya. Mereka berduyun-duyun untuk memberikan penghormatan terakhir, mengingat jasa dan pengorbanan seorang ibu sekaligus prajurit. Jenazahnya telah dikremasi hari ini.
Suasana nasional pun berduka. Kepergian Mut Saveun dirasakan sebagai kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarganya yang berduka, tapi juga bagi seluruh bangsa Kamboja.
Artikel Terkait
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026
Pemerintah Kaji Formasi ASN 2026 dengan Mempertimbangkan Kemampuan Fiskal