Pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Rabu lalu, bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Suasana hangat terasa, meski udara Rusia mungkin sudah mulai dingin. Pertemuan ini menandai kunjungan resmi pertama Prabowo ke Rusia sejak dilantik.
Di awal pembicaraan, Vladimir Putin langsung menyambut dengan hangat. Rupanya, ini bukan pertemuan pertama mereka. Ada rencana besar, begitu kira-kira yang disinggung Putin, yang sudah disepakati sebelumnya.
“Yang mulia Bapak Presiden dan teman-teman yang terhormat, kami sangat berbahagia melihat Anda semua berada di sini hari ini. Kami sudah bersepakat dulu tentang pertemuan ini, saya ingat ada rencana yang sangat besar,” ucap Putin.
Namun begitu, sebelum masuk ke pembahasan kerja sama, Putin lebih dulu menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut secara khusus bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Tapi di awal saya mau menyampaikan kata-kata bela sungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa itu ditujukan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebuah gestur simpati yang personal di tengah agenda-agenda kenegaraan yang padat.
Di sisi lain, Putin juga tak lupa mengucapkan terima kasih. Ia menghargai kehadiran Prabowo dalam Forum Ekonomi St. Petersburg beberapa bulan silam, tepatnya pada Juni 2025. Menurutnya, hubungan kedua negara terus berkembang dengan baik.
“Kami berterima kasih kepada Bapak pernah berpartisipasi di forum ekonomi di kota St. Petersburg pada Juni tahun ini. Hubungan kami berkembang sangat konsisten pada tahun ini menyambut 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara negara kita,” jelas Putin.
Jadi, pertemuan di Moskow itu seperti melanjutkan sebuah percakapan lama. Ada duka yang dibagi, ada kerja sama yang dirayakan, dan tentu saja, ada masa depan yang hendak dibangun bersama. Semua berlangsung dalam satu forum yang sama.
Artikel Terkait
Normalisasi Kali Ciliwung Baru 52 Persen, AHY Soroti Pembebasan Lahan dan Bangunan Liar
Menteri Keuangan Percepat Izin PLTS Terapung Saguling yang Terhambat Administrasi
Roy Suryo Jalani Wajib Lapor ke-25 di Polda Metro Jaya Akibat Laporan Jokowi soal Ijazah Palsu
Kemenag Larang Ziarah Sebelum Puncak Haji, Jemaah Diminta Fokus Persiapan Armuzna