Suasana di Graha Bakti Budaya, TIM, Selasa malam itu semula riuh. Symphonesia, konser yang mengusung 100% musik Indonesia, memulai malamnya dengan gemuruh. Orkestra megah pimpinan Erwin Gutawa mengalun, membawa penonton dalam gelombang nostalgia lewat lagu-lagu hits.
Di tengah kemeriahan itu, Barsena Bestandhi naik ke panggung. Bersama Barasuara, Rahmania Astrini, dan Adrian Khalif, ia menjadi salah satu penampil utama. Suaranya yang khas membawakan "Panah Asmara" dan "Andai Aku Bisa" dengan aransemen orkestra yang memukau. Penonton larut, sampai kemudian suasana berubah.
Sebelum membawakan lagu originalnya, "Ruang Baru", ia mengambil jeda. Gedung yang tadinya ramai mendadak hening. Barsena, dengan suara yang mulai bergetar, mengingatkan semua orang tentang sesuatu di luar tembok konser yang nyaman itu.
"Saya sangat bersyukur bisa tampil di sini. Namun kita harus ingat, saudara-saudara kita di Sumatera banyak yang masih kesulitan karena bencana. Kita doakan bersama, ya," ujar Barsena.
Kalimat itu menggantung, menyentak kesadaran. Dalam sekejap, ia menyoroti kontras yang begitu tajam.
Artikel Terkait
Boiyen Ajukan Cerai, Pernikahan Baru Tiga Bulan Berantakan
Onadio Leonardo Akhirnya Bebas, Ungkap Perjuangan Tiga Bulan di Rehabilitasi
Wamenpar: Indonesia Harus Jadi Produsen, Bukan Pasar, Pariwisata Halal Global
Pemerintah Dorong Hunian Murah di Dekat Pabrik untuk Ringankan Beban Buruh