Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Dipulangkan dari Arab Saudi

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:45 WIB
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Dipulangkan dari Arab Saudi
Update Kepulangan Jemaah Umrah

JEDDAH Ada kabar gembira dari tanah suci. Hingga pertengahan Maret ini, lebih dari 24 ribu jemaah umrah Indonesia sudah kembali ke rumah dengan selamat. Tepatnya, 24.022 orang. Angka yang cukup besar, bukan?

Proses besar-besaran ini tak lepas dari pengawasan ketat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Lewat staf teknisnya di Arab Saudi, mereka memastikan semua berjalan sesuai rencana. Pemulangan difokuskan melalui dua bandara utama: King Abdulaziz di Jeddah dan Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.

Lalu, bagaimana situasi di lapangan? Dalam tiga hari terakhir saja, dari 10 sampai 12 Maret, petugas berhasil mengawal pulang 3.441 jemaah. Pekerjaan yang melelahkan, tapi penuh makna.

Menurut M. Ilham Effendy dari Staf Teknis Haji di Jeddah, petugasnya terus siaga.

"Kami di sini berkoordinasi langsung dengan maskapai dan biro perjalanan. Intinya, kalau ada masalah, harus cepat diselesaikan. Jemaah tidak boleh dibiarkan bingung," ujarnya, Sabtu lalu.

Namun begitu, perjalanan pulang tahun ini ternyata tidak sepenuhnya mulus. Ada saja kendala yang muncul.

Misalnya, beberapa maskapai tiba-tiba membatalkan penerbangan. Jadwal pun berantakan. Tapi, petugas di lapangan bergerak cepat. Mereka langsung berembug dengan otoritas bandara dan penyelenggara umrah (PPIU) untuk cari solusi.

Alhasil, jemaah yang terdampak tidak sampai telantar. Mereka tetap bisa terbang pulang, meski dengan jadwal yang disesuaikan.

"Alhamdulillah, upaya koordinasi kami berhasil. Jemaah yang sempat tertunda akhirnya bisa dipulangkan. Kami pastikan hak dan kenyamanan mereka tetap terjaga selama menunggu," tambah Ilham.

Kemenhaj sendiri berjanji akan terus mengawal proses ini sampai tuntas. Pendampingan mereka tidak cuma soal tiket dan dokumen. Lebih dari itu, petugas juga memastikan kenyamanan jemaah selama menunggu di bandara. Mulai dari tempat duduk, akses makanan, hingga kebutuhan khusus lainnya.

Sejauh ini, semuanya berjalan terkendali. Para jemaah pun bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air, membawa oleh-oleh spiritual yang tak ternilai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar