Di tengarai dinamika global yang tak menentu, pemerintah punya dua andalan untuk menjaga perekonomian nasional tetap stabil. Apa saja? Kinerja ekspor sejumlah komoditas kunci, dan peran APBN sebagai penyangga. Hal ini mengemuka dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam sidang itu membeberkan datanya. Menurutnya, sumbangan dari ekspor batu bara, karet, nikel, dan tembaga benar-benar signifikan bagi negara.
“Dari ekspor komoditas tersebut sekitar USD47 miliar, sementara defisit migas sekitar USD19,5 miliar, sehingga secara alami dapat saling mengkompensasi,” jelas Airlangga.
Angka itu bukan main-main. Dengan kontribusi sebesar itu, defisit yang muncul dari sektor minyak dan gas bumi bisa tertutupi. Jadi, neraca perdagangan kita tak terlalu terpukul.
Nah, selain andalan dari luar, pemerintah juga mengandalkan instrumen dalam negeri. APBN diyakini tetap berfungsi sebagai shock absorber yang andal. Caranya? Melalui berbagai program belanja yang langsung menyentuh masyarakat.
Artikel Terkait
Jasa Marga Proyeksikan 3,53 Juta Kendaraan Mudik Lewat Empat Gerbang Tol Utama
Hutama Karya Beri Diskon Tol 30% di Trans Sumatera untuk Mudik Lebaran 2026
PMI Luncurkan Aliansi United Against Dengue untuk Tekan Kasus dan Beban Ekonomi DBD
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik di Pertengahan Maret 2026