Sávio Roberto Akhiri Paceklik, Selamatkan PSM dari Kekalahan di Ternate

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:00 WIB
Sávio Roberto Akhiri Paceklik, Selamatkan PSM dari Kekalahan di Ternate

MAKASSAR Stadion Gelora Kie Raha malam itu menyaksikan drama. Enam gol tercipta dalam laga panas antara Malut United dan PSM Makassar, berakhir dengan angka 3-3 yang seolah tak ada pihak yang rela. Tapi di tengah hiruk-pikuk itu, satu nama mencuat: Sávio Roberto. Gelandang asal Brasil itu bukan hanya menyelamatkan timnya dari kekalahan, tapi juga mengingatkan semua orang akan kehadirannya.

Ya, lewat sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti, ia menghidupkan harapan. Bola melesat deras, penjaga gawang cuma bisa menonton. Gol itu jadi titik balik.

Padahal, laga sejak awal sudah berjalan alot. PSM sempat unggul duluan, berkat gol bunuh diri Yance Sayuri di menit ke-38. Tapi babak kedua jadi milik Malut. David da Silva menyamakan kedudukan hanya tiga menit setelah restart. Belum lima menit kemudian, Tyronne del Pino sudah membuat stadion bergemuruh, membalikkan skor jadi 2-1 untuk tuan rumah.

PSM terlihat limbung. Tekanan makin menjadi ketika da Silva mencetak gol keduanya di menit ke-67. Skor 3-1. Banyak yang mengira pertandingan sudah selesai.

Tapi sepak bola memang tak pernah bisa ditebak.

Di tengah situasi sulit itulah Sávio muncul. Ia mengambil bola, mengatur sedikit, lalu melepaskan tembakan yang nyaris sempurna. Gawang Malut bobol. Gol itu seperti suntikan adrenalin bagi Pasukan Ramang. Momentum pun berpindah, dan pada menit ke-88 mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. 3-3.

Namun begitu, cerita tentang gol Sávio ternyata lebih dari sekadar penyelamatan satu poin.

Bagi pemain berusia 29 tahun itu, ini adalah akhir dari paceklik. Tujuh pertandingan lamanya ia tak mencetak gol. Kini, koleksinya musim ini menjadi empat. Angka yang cukup lumayan untuk seorang gelandang yang perannya lebih banyak mengatur permainan, bukan jadi pencetak gol utama.

Ada fakta menarik lain. Setiap Sávio Roberto mencetak gol untuk PSM, timnya tak pernah kalah. Lihat saja catatannya melawan Persija, Persis Solo, Persebaya, dan kini Malut United. Statistik ini mungkin terdengar kebetulan, tapi bagi suporter, hal semacam ini punya makna. Ia seperti pembawa keberuntungan, pemain yang hadir tepat di saat tim membutuhkan dorongan mental.

Gol di Ternate itu juga punya arti khusus: ini adalah gol tandang keduanya musim ini. Bukan hal sepele bagi seorang gelandang tengah. PSM sendiri, dengan hasil imbang ini, masih bertengger di posisi ke-13 klasemen. Masih ada pekerjaan rumah yang panjang.

Yang menarik, gol Sávio malah ramai dibicarakan oleh suporter klub lain. Video tendangannya viral di media sosial. Banyak komentar berdatangan, bahkan dari pendukung Persib, Persija, dan Persebaya.

“Pemain yang menjanjikan di lini tengah,” tulis salah seorang warganet.

Pujian mengalir untuk teknik tendangannya yang bersih dan cara ia membaca permainan. Dalam sekejap, performanya menarik perhatian publik sepak bola nasional.

Pada akhirnya, Sávio Roberto adalah tipe pemain yang bekerja dalam sunyi. Namanya jarang jadi headline, kontribusinya sering tak terlihat secara langsung. Tapi di malam yang penting di Ternate, satu tembakan dari kakinya cukup untuk mengubah segalanya. Ia mengingatkan kita, bahwa kadang, talenta terbaik justru ada di tempat yang tak terlalu banyak disorot.

Dan dalam sepak bola, satu momen spektakuler seperti itu memang sudah cukup untuk membuat seseorang kembali dikenang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar