TransJakarta Pacu Elektrifikasi, Targetkan 10.000 Bus Listrik di Jabodetabek

- Selasa, 09 Desember 2025 | 12:40 WIB
TransJakarta Pacu Elektrifikasi, Targetkan 10.000 Bus Listrik di Jabodetabek

Upaya menekan emisi di Jakarta terus digenjot. Salah satunya lewat kehadiran bus listrik di tubuh TransJakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meyakini, langkah ini bisa meredam polusi udara yang kondisinya kian mengkhawatirkan di Ibu Kota.

Menanggapi hal ini, Kalista perusahaan penyedia layanan Fleet as a Service siap mendukung penuh. Sepanjang tahun 2025 mendatang, mereka berkomitmen menambah pasokan armada bus bertenaga listrik untuk TransJakarta.

Soal biaya operasional, rupanya sudah mulai kompetitif.

"Kalau mau bicara masalah cost, rupiah per kilometer yang mereka bayarkan untuk bus listrik itu sudah sama atau sedikit lebih baik," ujar Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista.

Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta belum lama ini.

Di sisi lain, target yang dicanangkan memang ambisius. TransJakarta menginginkan 10.000 armada bus listrik beroperasi di wilayah Jabodetabek. Yang menarik, target ini tak hanya mencakup bus besar, tapi juga Mikro Trans. Tujuannya jelas: menjangkau wilayah-wilayah terdalam yang selama ini mungkin belum tersentuh.

Direktur Utama Kalista, Albert Aulia Ilyas, kemudian membeberkan rincian target jangka menengah mereka.

"Targetnya adalah 25 persen (dari 4.000 unit bus listrik) sampai 2030. Kemudian kita coba terus berkolaborasi dengan stakeholders. Baik itu Agen Pemegang Merek (APM), (penyedia) charger, operatornya," jelas Albert.

Namun begitu, mencapai angka itu tentu butuh persiapan matang. Albert mengakui, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan membuka pintu uji coba bagi siapapun yang penasaran dan tertarik beralih ke elektrifikasi. Dengan cara ini, keunggulan riil kendaraan listrik bisa dirasakan langsung.

Albert tampaknya optimis. Menurutnya, peralihan ini hanya soal waktu belaka.

"Ini hanya masalah waktu, melihat penetrasi mobil penumpang (bertenaga listrik murni) sudah 11 persen (pangsa pasarnya)," katanya menutup pembicaraan.

Nampaknya, jalan menuju transportasi umum yang lebih bersih di Jakarta sudah mulai terlihat, meski masih panjang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler