Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Kekayaannya Tembus Rp25,9 Miliar

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:45 WIB
Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Kekayaannya Tembus Rp25,9 Miliar

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini jadi pusat perhatian. Pasalnya, ia memilih pergi umrah justru saat wilayahnya dilanda banjir dan tanah longsor yang cukup parah. Yang lebih mengejutkan lagi, perjalanan itu ternyata dilakukan tanpa izin resmi, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Meski tak menyebut nama secara gamblang, Presiden Prabowo Subianto tampaknya menyindir Mirwan. Ia menyebut ada kepala daerah yang tak mau bertanggung jawab dan meninggalkan rakyatnya saat dibutuhkan. Bahkan, Prabowo langsung memerintahkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk memecat pejabat tersebut.

Di tengah kontroversi itu, sisi lain kehidupan Mirwan pun ikut disorot. Ternyata, ia tercatat sebagai pejabat dengan harta yang cukup fantastis.

Berdasarkan laporan terbaru LHKPN yang dilaporkan pada 1 Oktober 2024 lalu, total kekayaan bersih Mirwan mencapai Rp25,9 miliar. Harta sebesar itu tentu menarik untuk ditelusuri, terutama aset kendaraannya. Di garasinya, terparkir setidaknya 11 unit kendaraan dan alat berat dengan total nilai sekitar Rp3 miliar.

Dari daftar yang ada, beberapa mobil mewah terlihat. Ada Toyota Fortuner 2021 senilai Rp450 juta, Camry 2019 seharga Rp400 juta, dan Rush 2020 seharga Rp200 juta. Tak cuma mobil penumpang, aset transportasinya juga mencakup dump truck dan dua unit excavator Komatsu yang nilainya ratusan juta rupiah.

Namun begitu, porsi terbesar kekayaannya justru ada pada aset tanah dan bangunan. Nilainya mencapai Rp21,8 miliar, tersebar di Jakarta Timur dan Aceh Barat Daya. Sementara untuk harta bergerak lain, kas, serta setara kas, jumlahnya berkisar ratusan juta rupiah. Mirwan juga tercatat memiliki utang sebesar Rp225 juta.

Jadi, inilah profil seorang bupati yang kini berada di ujung tanduk. Di satu sisi, ia dikecam karena dianggap lari dari tanggung jawab. Di sisi lain, kekayaan pribadinya yang menggunung menjadi bahan pembicaraan tersendiri di kalangan publik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar