Target Satu Tahun, KRL Baru Bakal Gabungan Impor dan Produksi Lokal

- Senin, 08 Desember 2025 | 05:25 WIB
Target Satu Tahun, KRL Baru Bakal Gabungan Impor dan Produksi Lokal

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengaku tengah memacu proses pengadaan 30 rangkaian KRL baru. Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi tenggat waktu cukup ketat. Targetnya satu tahun.

Nah, untuk memenuhi target itu, pemerintah tak hanya mengandalkan produksi dalam negeri. Sebagian rangkaian akan diimpor. Menurut Dudy, kapasitas PT INKA sebagai produsen lokal dinilai belum cukup untuk memenuhi seluruh pesanan dalam waktu singkat. Jadi, solusi kombinasi impor dan produksi lokal diambil.

"Kalau dilihat kemarin itu PT KAI itu membagi, ada yang dipesan dari INKA dan juga dari luar (impor). Karena dilihat dari kapasitas produksi yang bisa dilakukan oleh INKA," jelas Dudy dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat lalu.

Dia menegaskan, yang paling utama adalah kecepatan. Masyarakat harus segera bisa menikmati layanan dengan kereta baru. "Karena harapan kita supaya cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan kereta yang baru. Presiden kasih target 1 tahun, bisa dikira-kira saja, mungkin tidak dari dalam semua," ujarnya lagi.

Di sisi lain, upaya penambahan kapasitas tak hanya lewat kereta baru. Allan Tandiono, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, menyoroti soal peningkatan daya angkut yang ada. Saat ini, banyak rangkaian KRL yang masih beroperasi dengan gerbong kurang dari 12 unit.

Bayangkan kalau mayoritas rangkaian itu bisa dipanjangkan jadi 12 gerbong. Tentu jumlah penumpang yang bisa diangkut akan melonjak drastis.

Tapi ada tantangannya. Menurut Allan, rencana itu butuh daya listrik yang lebih besar. "Namun demikian kelistrikan butuh ditingkatkan, karena daya listrik yang dibutuhkan akan tambah," katanya. Makanya, PT KAI juga sedang fokus memperkuat infrastruktur kelistrikan di sepanjang lintasan.

Jadi, dua langkah ini berjalan beriringan: mendatangkan trainset baru dan memaksimalkan yang lama. Semuanya demi satu tujuan, meningkatkan kapasitas dan kenyamanan transportasi publik ibukota dalam waktu yang relatif singkat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar