Hingga Minggu (7/12) pagi, suasana di sejumlah permukiman Jakarta Timur masih mirip kolam. Air banjir belum juga surut, tetap merendam 15 Rukun Tetangga (RT). Penyebabnya klasik: hujan deras yang mengguyur plus luapan Kali Ciliwung yang tak mampu lagi menahan beban.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, M Yohan, mengonfirmasi hal ini.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT di Jakarta Timur yang masih tergenang. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan kali Ciliwung," jelas Yohan.
Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. Personel dikerahkan untuk memantau perkembangan genangan di lapangan. Mereka juga berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait, seperti Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Penanggulangan Kebakaran. Tujuannya jelas: mempercepat penyedotan air dan memastikan saluran-saluran pembuangan berfungsi optimal.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tambah Yohan singkat.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas