Listrik Kembali Menyala, Jalan Masih Terkoyak di Sumbar

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:25 WIB
Listrik Kembali Menyala, Jalan Masih Terkoyak di Sumbar

Kabar baik datang dari Sumatra Barat. Setelah diterjang bencana, wilayah ini akhirnya menikmati aliran listrik yang telah pulih seratus persen. Infrastruktur kelistrikan yang sempat rusak parah akibat banjir dan tanah longsor, kini berfungsi normal kembali.

Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pemulihan jaringan listrik itu mencakup seluruh 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Wilayah terakhir yang berhasil disambungkan adalah Kecamatan Palembayan di Kabupaten Agam.

"Kondisi jalannya benar-benar sulit, penuh lumpur. Tapi, petugas di lapangan tidak menyerah. Mereka bekerja keras sampai akhirnya PLN bisa memulihkan 99,8 persen kelistrikan," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).

Dia menyebutkan, daerah-daerah yang sudah terang kembali antara lain Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, dan tentu saja Agam.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur transportasi masih terus dikebut. Kementerian PUPR dan dinas terkait di daerah masih sibuk menangani darurat jalan dan jembatan yang rusak. Hingga Jumat (5/12/2025), data menunjukkan masih banyak titik yang terdampak.

Pria yang akrab disapa Aam ini memaparkan, "Kerusakannya cukup luas. Ada 30 ruas jalan nasional dan 12 jembatan nasional yang kena imbas. Titik longsor tercatat 63 lokasi, sementara yang terdampak banjir ada 32 titik."

Belum lagi kerusakan di jalan non-nasional. Sekitar 80 ruas jalan dan 32 jembatan di tingkat lokal juga memerlukan penanganan segera.

Situasi terparah ada di ruas Sicincin hingga batas Kota Padang Panjang, tepatnya di KM 63 500. Jalan di sana putus total. Longsor susulan di 12 titik lainnya juga memperparah keadaan, menggerus bahu jalan dan menyisakan hanya satu lajur yang bisa dipakai.

Kondisinya memang parah. Untuk ruas itu saja, perbaikan diperkirakan butuh waktu dua minggu. Target sementara cuma membuka satu lajur untuk kendaraan ringan.

Namun begitu, ada juga kabar menggembirakan. Beberapa akses utama sudah bisa dilalui lagi. Lalu lintas dari Padang menuju Pariaman, Pasaman Barat, hingga perbatasan Sumut sudah lancar. Begitu pula rute Padang Panjang–Bukittinggi ke batas Riau, Padang–Painan ke arah Bengkulu, dan Padang–Solok–Dharmasraya menuju Jambi.

Pemulihan memang belum seratus persen sempurna, tapi progresnya terasa. Listrik yang kembali menyala setidaknya memberi secercah harapan dan memulihkan denyut kehidupan di daerah yang terdampak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar