Lalu, bagaimana alur seleksinya? Surya Lukita Warman, Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, memaparkan tahapannya. Setelah pendaftaran ditutup pada 7 Desember, proses seleksi akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Desember.
“Penetapan peserta yang lolos akan diumumkan pada 12 Desember,” jelas Surya.
Kemudian, para peserta terpilih akan menjalani orientasi bersama mentor sebelum benar-benar terjun ke tempat magang. Program magangnya sendiri baru dimulai secara resmi pada 16 Desember 2025.
Program Pemagangan Nasional ini sendiri sebenarnya adalah terobosan pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja. Peserta akan magang selama enam bulan penuh.
Yang menarik, peserta tidak hanya dapat pengalaman. Mereka juga berhak menerima uang saku yang besarnya setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tempat mereka magang. Selain itu, ada juga perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Jadi, ada aspek keamanannya juga.
Intinya, program ini bukan sekadar cari tenaga murah. Lebih dari itu, ini adalah investasi pemerintah untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih siap pakai dan kompetitif. Tinggal sekarang, bagaimana para fresh graduate menyikapinya.
Artikel Terkait
Persib Berburu Bek PSG, Kurzawa Didekati untuk Perkuat Lini Belakang
MilkLife Soccer Challenge Semarang: Bibit Masa Depan Timnas Putri Bersinar di Lapangan
Trump Guncang Wall Street dengan Wacana Batas Bunga Kartu Kredit
Arus Balik Libur Panjang: 157 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari