Di sisi lain, bantuan tunai juga mengalir dari berbagai penjuru. Gubernur Kalimantan Utara, misalnya, menyalurkan Rp1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Kemudian, Kalimantan Utara Rp1 miliar melalui Baznas. Kemudian, Gubernur Sulawesi Selatan pak Andi Sudirman Sulaiman Rp1,5 miliar,” lanjut Tito merinci.
Baginya, semua kontribusi ini adalah bukti. Gotong royong antar daerah masih sangat hidup. Dalam situasi darurat seperti ini, semangat kebersamaan itu terasa betul dampaknya.
Tito menekankan satu hal: bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Karena itulah, kolaborasi dan saling bantu adalah kunci utama untuk mempercepat pemulihan.
“Saya melihat ini masalah solidaritas, bencana bisa terjadi di mana saja, begitu ada kejadian di daerah A yang B, C, E, F bantu. Pusat pasti bantu, tapi solidaritas kita kalau rame-rame pasti mudah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Padati Gerbang Tol Jakarta, 157 Ribu Kendaraan Kembali dalam Sehari
Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong di Resepsi yang Banjir
Prabowo Siap Sambangi Davos Usai Pertemuan dengan Raja Charles dan PM Inggris
Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia