Di tengah keramaian acara buka puasa di Istana, Kamis lalu, Jimly Asshiddique mengonfirmasi satu hal: tugas Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dipimpinnya sudah beres. Laporan beserta sederet rekomendasinya kini tinggal menunggu waktu yang pas untuk diserahkan langsung ke tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Nanti saya mau bisik-bisik, minta waktu (Presiden Prabowo),” ujar Jimly, sambil tersenyum.
Rupanya, penyampaian laporan itu masih terkendala jadwal sang presiden. Jimly menegaskan, ada beberapa poin krusial dalam laporan mereka yang memang membutuhkan keputusan dari level tertinggi. Komisi tidak bisa serta-merta memutuskannya sendiri.
“Sudah, sudah minta. Tapi karena kesibukan beliau, apalagi ini kan ada perang. Jadi, tadinya sebelum pergi ke Amerika, tapi ternyata nggak bisa, janjinya sesudah pulang dari Amerika. Eh, ternyata ada perang,” paparnya dengan nada sedikit menghela napas.
Ia lalu menambahkan, “Jadi, kepada masyarakat luas, saya perlu lapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya. Tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri.”
Momentum buka puasa bersama itu pun ia manfaatkan untuk melobi. Jimly berharap bisa segera mendapat arahan langsung dari Prabowo agar persoalan yang ada tak berlarut-larut.
“Nah, perlu melapor dulu, mendapat arahan dari beliau. Makanya ini saya manfaatkan, ya, buka puasa sore ini, untuk kasak-kusuk supaya Presiden menyediakan waktu. Supaya masalah selesai satu dalam negeri, satu masalah dalam negeri,” tuturnya.
Nada bicaranya terdengar mendesak, namun tetap penuh perhitungan. Ia seperti ingin memastikan laporan yang sudah disusun matang itu tidak sekadar menjadi dokumen yang mengendap.
Artikel Terkait
BRI Insurance Luncurkan OTOMAXY, Perkuat Transformasi Digital di Usia ke-37
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji hingga Level Polres untuk Cegah Kejahatan
Proses Leland Dimulai, Jalan Pengganti Longsor Danasasmita Bogor Segera Dibangun
Presiden Prabowo Minta Dosen dan Akademisi Dilibatkan dalam Proyek Tanggul Laut Raksasa