AirAsia Bersiap Borong 100 Pesawat Airbus A220 untuk Buka Rute Baru

- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:15 WIB
AirAsia Bersiap Borong 100 Pesawat Airbus A220 untuk Buka Rute Baru

AirAsia tampaknya hampir menyelesaikan kesepakatan besar. Maskapai berbiaya rendah raksasa di Asia itu dikabarkan akan memborong sekitar 100 unit pesawat Airbus A220. Kalau jadi, ini bakal jadi pertama kalinya mereka mengoperasikan pesawat narrowbody tipe ini.

Menurut sejumlah sumber di industri, deal-nya mungkin juga mencakup opsi untuk tambahan 50 pesawat lagi. Pengumuman resminya disebut-sebut bakal keluar dalam hitungan hari, seiring langkah AirAsia bangkit dari keterpurukan bisnis. Tapi ya, baik Airbus maupun AirAsia sendiri masih tutup mulut. Mereka belum mau konfirmasi apa-apa.

“Kami belum memiliki pengumuman apa pun untuk disampaikan saat ini,” ujar juru bicara AirAsia.

Sebenarnya, isu soal AirAsia jadi pembeli pertama A220 versi 160 kursi ini sudah ramai sejak setahun lalu, tepatnya jelang Paris Airshow. Prosesnya nggak mulus begitu saja. Ada kabar bahwa Embraer juga berusaha menyaingi Airbus, yang selama ini jadi pemasok utama armada mereka.

Namun begitu, upaya Airbus dikabarkan makin intens belakangan ini. Mereka mendorong agar kesepakatan untuk 100 unit A220 itu bisa segera ditandatangani, bahkan mungkin sebelum bulan ini berakhir.

Hubungan AirAsia dan Airbus memang sudah lama dan solid. Saat ini, mereka adalah salah satu pelanggan terbesar Airbus dengan lebih dari 350 pesawat keluarga A320 yang sudah dipesan. Belum lama ini, tepatnya Juli lalu, mereka juga pesan 50 unit pesawat jarak jauh A321XLR. Jadi, penambahan A220 ini akan melengkapi portofolio armada mereka.

Pendiri AirAsia, Tony Fernandes, pernah mengisyaratkan rencana ekspansi ke rute-rute baru yang membutuhkan pesawat berukuran lebih kecil.

“Kami siap memperluas armada dengan pesawat yang lebih kecil untuk mendukung pembukaan destinasi baru,” jelasnya.

Jadi, langkah ini bukan sekadar beli pesawat. Tapi bagian dari strategi membuka pasar-pasar baru yang selama ini belum terjamah. Kita tunggu saja pengumuman resminya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar