Haru dan Bahagia Warnai Keberangkatan 87 Santri ke Al-Azhar
Rabu, 10 Desember 2025
Pagi itu, halaman Markaz Lughoh eLKISI di Mojokerto tak bisa menyembunyikan gejolak emosi. Ada haru, tentu saja. Tapi yang lebih kuat adalah gelombang kebahagiaan yang terpancar dari setiap wajah. Setelah enam bulan menjalani persiapan yang begitu intens dimulai sejak April lalu akhirnya 87 santri dari Markaz Lughoh dan Azhari eLKISI resmi diberangkatkan. Tujuannya satu: Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.
Enam bulan. Bukan waktu yang singkat. Para santri ini digembleng dengan serangkaian program ketat, mulai dari pembelajaran bahasa Arab, penguatan akademik, sampai pembinaan mental. Evaluasi pun berjalan padat. Namun, semua rasa lelah itu seakan menguap pagi itu, berganti dengan senyum lega dan mata yang berbinar.
“Rasanya seperti perjalanan panjang,” aku seorang santri putra, sambil tersenyum. “Capek, iya. Tapi lihatlah, sekarang kami di sini. Semua kerja keras itu akhirnya terbayar.”
Ervina, salah satu pelajar asal Sulawesi, punya cerita serupa. Program Maret hingga September yang ia jalani dikenal sangat ketat.
“Kami sering belajar sampai larut malam,” katanya. “Targetnya jelas, dan kami harus mencapainya. Tidak ada pilihan lain.”
Di sisi lain, para pembina yang mendampingi mereka juga tak kalah bangga. Seorang pembina berbagi, banyak dari santri ini awalnya kemampuan bahasa Arabnya pas-pasan. Tapi lihatlah sekarang.
“Komitmen mereka luar biasa. Dalam waktu relatif singkat, perkembangan mereka sangat signifikan. Ini murni buah dari kesungguhan dan ketekunan.”
Suasana haru benar-benar memuncak ketika orang tua mulai berdatangan. Pelukan erat, bisikan doa, dan air mata yang tak tertahankan. Campur aduk perasaan bangga sekaligus berat melepas.
“Dia berjuang keras selama setengah tahun ini,” ucap seorang ibu sambil mengusap pelan sudut matanya. “Tidak mudah, tapi dia jalani dengan hati.”
Prosesi doa pun digelar dengan khidmat. Para santri berbaris rapi, kepala tertunduk, menyimak setiap kata yang dipanjatkan para ustaz. Suara doa yang menggema di pelataran itu seolah merangkum seluruh perjalanan mereka: setiap lelah, setiap usaha, setiap harapan yang ditanam sejak awal.
Inilah buktinya. Enam bulan penuh kesungguhan bisa mengantarkan pada gerbang pencapaian yang besar. Kuncinya cuma tiga: tekad, disiplin, dan tentu saja, doa. Perjalanan panjang menuntut ilmu di Mesir kini dimulai. Semoga tanah para nanti itu dipenuhi dengan ilmu yang bermanfaat, pengalaman tak terlupakan, dan tentu saja, prestasi yang membanggakan.
Markaz Lughoh eLKISI Mojokerto, dalam kesempatan ini, menyampaikan terima kasih yang tulus pada semua pihak yang telah mendukung. Dukungan dan doa untuk para santri tetap sangat dinantikan di perjalanan mereka selanjutnya.
[NH]
Artikel Terkait
Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stabil, Investor Wait and See
Pemprov Sulsel Usul Kenaikan Tarif BBNKB dari 7 Persen Menjadi 10 Persen
Bupati Bone Terobos Banjir di Watampone, Borong Kue Pedagang untuk Korban