Di ruang rapat Kementerian Sosial, Menteri Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyambut sejumlah kepala daerah. Suasana cukup hangat. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas belaka. Gus Ipul punya pesan penting yang ingin disampaikan langsung: kolaborasi adalah kunci.
“Saya mengajak bapak-ibu sekalian untuk berkolaborasi dengan banyak pihak,” ujarnya, Kamis lalu.
“Kerja sendiri-sendiri itu nggak efektif. Mari kita jadi satu tim besar untuk menyukseskan program-program presiden.”
Menurutnya, ada tiga mandat utama dari Presiden yang harus dijalankan Kemensos. Pertama, soal data. Penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus jadi basis utama setiap program bantuan. Tanpa data yang akurat dan terus diperbarui, bantuan bisa meleset sasaran. Yang kedua, pendirian Sekolah Rakyat. Ini langkah konkret memutus lingkaran kemiskinan. Dan ketiga, pemberdayaan sosial bagi mereka yang masih usia produktif, agar tidak selamanya bergantung pada bansos.
Nah, untuk mewujudkan semua itu, peran pemerintah daerah dinilai krusial. Bahkan, bisa dibilang faktor penentu. Makanya, Gus Ipul menekankan perlu ada keterlibatan serius dari tingkat kabupaten dan kota.
Ia lalu merinci setidaknya lima hal yang mesti digarap bersama. Poin utamanya? SDM operator daerah. Mereka ini ujung tombak pemutakhiran data. “Mari sekali lagi kita mulai dengan menyajikan data yang benar melalui proses pemutakhiran yang terus-menerus,” tegas Gus Ipul. “Ini diawali dengan meningkatkan kemampuan operator di tingkat desa.”
Artikel Terkait
Manipulasi Kredit Bank Jatim: Lima Terpidana Divonis 8 hingga 14 Tahun Penjara
Gubernur Jakarta Terkejut, Puskesmas Ini Mirip Rumah Sakit Daerah
Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Usai Penangkapan Maduro
Portland Memanas Lagi, Venezuela Bebaskan Tahanan, dan Kabar Gembira dari Kongo