Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga tak kalah penting. Masyarakat perlu diimbau agar aktif melaporkan perubahan data, baik lewat jalur formal seperti RT/RW, maupun melalui kanal yang disediakan Kemensos misalnya aplikasi Cek Bansos.
Tak cuma itu. Gus Ipul juga mengajak Pemda membuka ruang sinergi yang lebih luas. “Kita harus menyadari, kalau program Kemensos dikombinasikan dengan program daerah, plus melibatkan filantropi dan swasta, hasilnya akan jauh lebih efektif,” paparnya.
Ia lantas menyoroti program Sekolah Rakyat. Ini harus didukung penuh. Sekolah Rakyat dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan seleksi berdasarkan data DTSEN, bukan tes akademik atau koneksi. Sembari anak-anak mendapat pendidikan berkualitas, orang tuanya juga diberdayakan.
“Mari penyelenggaraan Sekolah Rakyat kita dukung sepenuhnya dan kita sukseskan,” tutup Gus Ipul. “Program ini dikhususkan bagi keluarga-keluarga yang benar-benar tidak mampu.”
Pertemuan itu pun berakhir. Sekarang, giliran daerah bergerak.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Jatuh Awal, Sekolah Libur 16-27 Maret
Ketua Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangka Guru Honorer Probolinggo
AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung