"Banjir yang besar akhirnya mendorong tumpukan kayu itu," tuturnya. "Hasilnya, bencana jadi berlipat ganda."
Di sisi lain, alam memang sedang tak bersahabat. Fenomena hidrometeorologi memperkuat dampak bencana. Curah hujan ekstrem mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dengan volume air yang sulit dibayangkan.
Hanif memberi gambaran nyata. "Di Aceh saja, dalam dua hari hujan intensitas tinggi membawa 9,7 miliar meter kubik air jatuh dari langit," katanya.
Dengan debit sebanyak itu, jangankan menyerap, menahan saja mungkin sudah tidak mampu. Kondisi diperburuk karena bentang alam di banyak tempat sudah jauh berubah, tidak lagi sesuai dengan daya dukungnya.
"Landscape-nya sudah banyak yang tidak memenuhi daya tampung," pungkas Hanif. Situasi ini jadi peringatan keras tentang bagaimana intervensi pada alam bisa memicu konsekuensi yang tak terduga.
Artikel Terkait
Pendaftaran Tiket Gratis Kapal Mudik Lebaran 2026 Dibuka, Kuota 69 Ribu Kursi
Perusahaan Anak BRI Pacu Aset dan Laba, Kontribusi Capai Rp10,38 Triliun
Pemprov DKI Resmikan Layanan Pemakaman Gratis di 82 TPU
Danantara Mulai Kajian Ulang Menyeluruh atas Tata Kelola dan Aset BUMN