"Banjir yang besar akhirnya mendorong tumpukan kayu itu," tuturnya. "Hasilnya, bencana jadi berlipat ganda."
Di sisi lain, alam memang sedang tak bersahabat. Fenomena hidrometeorologi memperkuat dampak bencana. Curah hujan ekstrem mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dengan volume air yang sulit dibayangkan.
Hanif memberi gambaran nyata. "Di Aceh saja, dalam dua hari hujan intensitas tinggi membawa 9,7 miliar meter kubik air jatuh dari langit," katanya.
Dengan debit sebanyak itu, jangankan menyerap, menahan saja mungkin sudah tidak mampu. Kondisi diperburuk karena bentang alam di banyak tempat sudah jauh berubah, tidak lagi sesuai dengan daya dukungnya.
"Landscape-nya sudah banyak yang tidak memenuhi daya tampung," pungkas Hanif. Situasi ini jadi peringatan keras tentang bagaimana intervensi pada alam bisa memicu konsekuensi yang tak terduga.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Padati Gerbang Tol Jakarta, 157 Ribu Kendaraan Kembali dalam Sehari
Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong di Resepsi yang Banjir
Prabowo Siap Sambangi Davos Usai Pertemuan dengan Raja Charles dan PM Inggris
Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia