Epy Kusnandar Ricuh di Warung, Ternyata Ini Pemicu yang Tak Terduga!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Epy Kusnandar Ricuh di Warung, Ternyata Ini Pemicu yang Tak Terduga!

Keributan di Warung Epy Kusnandar: Bukan Pungli, Tapi Tukang Parkir Mabuk Minta Makan

Viral di media sosial video keributan yang terjadi di warung milik selebritas Epy Kusnandar dan istrinya, Karina Ranau, di Jakarta Selatan. Beredar dugaan awal mengenai aksi pungutan liar (pungli), namun polisi telah memberikan klarifikasi resmi.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, membantah keras kabar adanya pungli di warung yang dipopulerkan oleh pemeran Kang Mus di "Preman Pensiun" tersebut. Menurut penyelidikan polisi, akar masalahnya adalah dua orang tukang parkir yang memaksa minta makan dalam keadaan mabuk.

Kronologi Sebenarnya Keributan di Warung Epy Kusnandar

Insiden ini terjadi pada Minggu malam, 19 Oktober 2025. Saat warung akan tutup, dua pria yang diketahui sebagai tukang parkir lokal datang dan meminta makanan. Sayangnya, stok makanan di warung pada saat itu sudah habis.

Penolakan ini tidak diterima oleh kedua pria yang diduga dalam kondisi "setengah teler" tersebut. Mereka langsung marah dan terlibat adu mulut dengan Karina Ranau. Keributan ini menarik perhatian warga sekitar dan ada yang merekamnya, sehingga video tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial.

Klarifikasi Polisi Soal Isu Pungli

Kompol Mansur menegaskan bahwa insiden ini sama sekali bukan aksi pemalakan atau pungli. "Bukan pungli, setelah kita mintai keterangan, faktor makan saja," ujarnya. Ia menambahkan, "Itu tukang parkir yang biasa di situ. Karena makanan habis, dia nggak terima, akhirnya ribut."

Polisi juga telah melakukan langkah lanjutan dengan menemui Karina Ranau untuk memberikan perlindungan dan memastikan keamanan situasi di sekitar warung. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

Dengan demikian, viralnya keributan di warung Epy Kusnandar ini telah mendapatkan kejelasan dari pihak berwajib, mengonfirmasi bahwa motifnya bukanlah pungli seperti yang sempat beredar luas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler