BATAM - Praktik calo tiket di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, akhirnya ditindak tegas. Polsek Keamanan Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam tak main-main, bahkan menetapkan dua oknum petugas ASDP sebagai tersangka. Aksi mereka dinilai telah meresahkan para pemudik yang ingin pulang kampung.
Kapolsek KKP Batam, AKP Zharfan Edmond, dengan tegas mengingatkan masyarakat. “Beli tiket hanya melalui jalur resmi,” ujarnya.
“Praktik calo tidak hanya merugikan, tetapi juga memicu ketidaktertiban dan penumpukan penumpang,” tambahnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, iming-iming kemudahan dari para calo itu sebaiknya diabaikan saja. Di lapangan, masih terlihat calon penumpang tujuan Kuala Tungkal yang mengantre tanpa tiket. Situasi ini memicu kepadatan. Untuk mengatasinya, polisi sudah berkoordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry dan BPTD Kepulauan Riau.
Langkah konkret pun diambil. Dua armada tambahan akan dioperasikan besoknya, tanggal 18 Maret 2026. Tujuannya jelas: mengurai penumpukan yang terjadi.
Kapal pertama adalah KN Sarotama P112. Rencananya, kapal berkapasitas 130 penumpang pejalan kaki ini akan berangkat dari Pelabuhan Bintang 99 tepat tengah malam nanti.
Sementara itu, armada kedua adalah KMP Tanjung Burang. Kapal ini bisa mengangkut lebih banyak, yakni 200 penumpang plus 23 kendaraan. Jadwal keberangkatannya dari Pelabuhan Telaga Punggur pukul 18.00 WIB.
Bagi yang ingin naik, syaratnya harus datang sendiri. Calon penumpang diminta mendaftar langsung ke TPS Batam atau buffer zone. Jangan lupa bawa identitas resmi seperti KTP, SIM, atau Kartu Keluarga.
Pengawasan di semua pelabuhan Batam akan diperketat selama musim mudik Lebaran 2026 ini. Zharfan juga berharap partisipasi aktif warga. “Jika ditemukan praktik percaloan, terutama yang memanfaatkan momentum Lebaran, kami akan tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.
Memang, dampak calo ini cukup luas. Di satu sisi, masyarakat dirugikan secara ekonomi karena harga tiket melambung. Di sisi lain, kekacauan dan penumpukan massa di pelabuhan sangat mungkin terjadi. Karena itulah, imbauan untuk selalu menggunakan jalur resmi terus digaungkan. Jangan sampai tergoda bujuk rayu calo yang justru bikin rugi.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi