Harga emas dan perak, misalnya, naik cukup signifikan. Emas naik 0,92 persen, sementara perak melesat 4,72 persen. Kenaikan ini didorong oleh minat investor yang ramai-ramai berburu logam mulia sebagai safe haven atau aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tommy menegaskan, proses penetapan HPE ini dilakukan dengan sangat hati-hati. Tujuannya jelas: memberikan kepastian bagi pelaku industri.
Secara teknis, angka patokan ini dirumuskan berdasarkan masukan dari Kementerian ESDM. Mereka mengacu pada data real-time dari bursa-bursa ternama: London Metal Exchange (LME) untuk harga tembaga, dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk harga emas dan perak. Prosesnya pun melibatkan koordinasi yang cukup panjang, tak hanya di internal Kemendag. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian juga duduk bersama untuk membahasnya.
Jadi, meski pergerakannya tak besar, kenaikan HPE konsentrat tembaga ini merefleksikan dinamika pasar global yang kompleks. Di satu sisi, permintaan industri masa depan mendorong, sementara di sisi lain, gejolak pasokan dan lari ke aset aman turut memberi warna.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar