Di tengah suasana safari Ramadan di Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis, Bangkalan, Rabu lalu, Ketum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan pesan yang cukup tegas. Ia mengingatkan bahwa sikap Indonesia terhadap konflik internasional mana pun harus berakar pada nilai-nilai konstitusi. Khususnya, pada prinsip dalam pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.
“Kalimat itu bukan hanya deklarasi historis,” ujar Mardiono, tegas.
“Ia adalah fondasi moral sekaligus arah politik luar negeri kita. Jadi, segala agresi, dominasi militer, pelanggaran kedaulatan itu jelas bertentangan dengan semangat konstitusi.”
Pernyataannya ini sekaligus menegaskan posisi dasar. Menurutnya, penyelesaian konflik lewat kekuatan senjata tak akan pernah sejalan dengan cita-cita perdamaian abadi. Dan dalam setiap peperangan, rakyat sipil selalu jadi korban yang paling menderita.
Di sisi lain, Mardiono juga menggarisbawahi politik luar negeri bebas-aktif yang sudah dianut sejak dulu. Bebas, artinya tidak terikat blok mana pun. Aktif, berarti punya peran nyata menciptakan perdamaian dunia. “Dalam situasi konflik, Indonesia tidak berpihak pada kepentingan geopolitik tertentu,” jelasnya.
“Kita harus berpihak pada perdamaian, keadilan, dan hukum internasional.”
Artikel Terkait
Oknum Prajurit TNI AD Diamankan Usai Aniaya dan Ancam Driver dengan Senjata di Tangsel
Semen Padang dan PSIM Yogyakarta Bermain Imbang Tanpa Gol di Padang
Alwi Farhan Tumbangkan Unggulan, Sinyal Era Terbuka di Tunggal Putra All England
Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah