Tiket Mudik Lebaran KAI Terjual 2,1 Juta, Masih Tersedia 2,3 Juta Kursi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 03:50 WIB
Tiket Mudik Lebaran KAI Terjual 2,1 Juta, Masih Tersedia 2,3 Juta Kursi

Hingga Rabu kemarin, tiket kereta api untuk mudik Lebaran yang terjual sudah menembus angka 2,1 juta lebih. Tepatnya, PT KAI mencatat 2.118.756 tiket ludes dibeli masyarakat. Angka itu baru mencapai 47,1 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Artinya, masih ada sekitar 2,37 juta kursi kosong yang bisa dimanfaatkan. Baik untuk perjalanan mudik maupun nanti saat arus balik.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan rinciannya. Untuk kereta jarak jauh, penjualannya terhitung cukup pesat. Dari kapasitas 3,5 juta lebih kursi, sudah terjual 2.068.399 tiket. Angka okupansinya mencapai 57,9 persen.

"Namun begitu, situasinya agak berbeda untuk KA Lokal," ujar Anne.

Penjualan tiket lokal baru menyentuh 50.357 dari total kapasitas yang nyaris satu juta. Okupansinya masih rendah, di kisaran 5,4 persen. Tapi jangan salah, kondisi ini diprediksi bakal berubah.

Anne menambahkan, okupansi KA Lokal biasanya baru melonjak saat hari-H semakin dekat. "Pemesanan tiketnya biasanya ramai mulai H-7 sebelum keberangkatan," tambahnya.

Lalu, rute mana yang paling diminati? Catatan KAI menunjukkan tiga relasi favorit yang selalu jadi rebutan: Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Surabaya. Pemesanan untuk rute-rute ini memang sudah meningkat.

Meski demikian, bukan berarti kursinya sudah habis sama sekali. "Pada sejumlah tanggal pilihan, tempat duduk masih tersedia dalam jumlah yang cukup," kata Anne.

Nah, bagi yang belum dapat tiket atau masih merencanakan perjalanan, ada beberapa tanggal yang okupansinya masih relatif longgar. Untuk kereta jarak jauh, tanggal-tanggal seperti 1 April (H 10) dan 31 Maret (H 9) masih punya banyak kursi kosong. Begitu juga dengan tanggal 11 dan 12 Maret, yang notabene masih berada di periode H-10 dan H-9.

Pola pemesanan tiket Lebaran ini memang unik. Menurut Anne, peningkatannya bertahap dan baru akan memuncak pada tiga hingga satu hari sebelum Lebaran. Tren serupa juga terlihat saat arus balik nanti.

Jadi, buat yang masih bingung cari tiket, Anne punya saran. Coba pertimbangkan jadwal keberangkatan di luar tanggal-tanggal puncak. Atau, eksplorasi rute alternatif yang mungkin kurang populer. Skema perjalanan lanjutan atau connecting train juga bisa jadi solusi cerdas untuk sampai ke tujuan.

Intinya, peluang masih terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita lebih jeli dan fleksibel dalam merencanakan perjalanan pulang kampung tahun ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar