Hari ini, Tes Kemampuan Akademik untuk siswa sekolah dasar akhirnya dimulai. Dari pantauan sementara, pelaksanaannya terbilang lancar di banyak wilayah. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
“Alhamdulillah hari ini dimulai penyelenggaraan TKA untuk jenjang sekolah dasar dan dari laporan sementara semuanya berjalan lancar,”
Ucapnya di sela-sela acara peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif di SMPN 16 Jakarta, Senin siang (20/4/2026).
Namun begitu, ada catatan khusus dari pemerintah. Perhatian tertuju ke Maluku Utara, di mana sejumlah wilayah belum bisa menggelar ujian. Penyebabnya adalah kondisi pascagempa yang masih mengkhawatirkan. Keamanan siswa dan panitia jadi pertimbangan utama, sehingga pelaksanaan terpaksa ditunda.
“Kami menjadwalkan ujian susulan bagi siswa yang belum bisa mengikuti karena situasi belum aman, termasuk adanya gempa susulan,”
Jelas Mu’ti. Ia menegaskan, ini bukan ujian ulang, melainkan kesempatan khusus bagi anak-anak yang tertunda. Pemerintah sudah mendata peserta terdampak dan akan memfasilitasi mereka begitu situasi di lapangan benar-benar kondusif.
Sambil menangani kendala di Maluku Utara, Kementerian juga menyoroti evaluasi pelaksanaan TKA jenjang SMP yang sudah lewat. Sorotan utama adalah soal pelanggaran yang dilakukan sejumlah pengawas. Menurut Mu’ti, data pelanggaran sudah terkumpul lengkap.
“Kami sudah memiliki data lengkap, termasuk nama pengawas, proktor, hingga sekolah yang terlibat pelanggaran,”
ungkapnya. Ragam pelanggarannya bermacam-macam, tak sedikit yang terbilang serius seperti ada pengawas yang malah siaran langsung saat ujian berlangsung.
Untuk pelanggaran berat, sanksinya tegas: pelaku tak akan diajak lagi menjadi pengawas di tahun depan. Sementara untuk kasus yang lebih ringan, masih ada ruang untuk pembinaan.
"Tapi kalau yang memang hanya ringan dan mungkin masih bisa diperbaiki, ya nanti kita berikan kesempatan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,"
tutup Mu’ti. Langkah ini diharapkan bisa menjadi peringatan sekaligus memperbaiki iklim penyelenggaraan ujian ke depannya.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Chromebook Nadiem Ditunda, Terdakwa dan Pengacara Absen
Harga Minyak Goreng di Pasar Peterongan Naik, Didorong Kenaikan Biaya Kemasan
Polisi Bongkar Komplotan ATM, Modus Ganjal Kartu Rugikan Korban Rp274 Juta
iCAR V23 Luncurkan Mobil Listrik dengan Sistem Kendali Cerdas Berbasis Chip Snapdragon