Mendag Ajak Kadin Serbu Pasar Eropa Lewat Pitching Virtual

- Rabu, 03 Desember 2025 | 01:25 WIB
Mendag Ajak Kadin Serbu Pasar Eropa Lewat Pitching Virtual

Di Jakarta, Senin kemarin, Menteri Perdagangan Budi Santoso punya ajakan khusus buat para pengusaha di bawah naungan Kadin Indonesia. Pasar Uni Eropa, katanya, kini terbuka lebih lebar. Ini momentum yang sayang kalau dilewatkan.

“Tugas kita adalah mengisi pasar UE yang besar. Hal yang terpenting adalah produknya memang sudah siap karena kami ingin mengejar masuk ke pasar UE,” ujar Mendag dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin.

“Intinya, kita harus siap bersaing dan kami mengajak anggota Kadin yang sudah siap mengisi pasar di UE untuk berpartisipasi.”

Ajakan ini bukan tanpa alasan. Perundingan Indonesia-EU CEPA secara substansial sudah rampung. Naskah perjanjiannya sendiri rencananya bakal ditandatangani awal tahun depan. Nah, momen inilah yang ingin dimanfaatkan Kemendag untuk mendorong produk lokal masuk ke benua biru.

Caranya gimana? Mendag punya usulan konkret. Dia mengajak para pengusaha anggota Kadin untuk ikut dalam sesi presentasi produk atau pitching secara virtual bersama perwakilan dagang RI yang bertugas di Eropa. Lewat aplikasi konferensi video, para perwakilan dagang itu akan jadi jembatan, mencarikan pembeli potensial di 27 negara anggota UE.

“Melalui business matching secara daring, para perwadag RI di Uni Eropa akan mencarikan pembeli di 27 negara dan akan berkoordinasi dengan KBRI negara-negara setempat untuk memperlancar pencarian pasar,” jelas Budi Santoso.

“Kadin dapat mengidentifikasi teman-teman yang ingin ekspor ke Uni Eropa, lalu silakan datang dan presentasi ke kami.”

Inisiatif pitching daring ini sebenarnya bagian dari program UMKM BISA Ekspor yang diusung Kemendag. Polanya sederhana: pertemukan pelaku usaha yang siap ekspor dengan 47 perwakilan dagang RI di luar negeri. Tapi kali ini, skala dan jangkauannya diperbesar. Tidak hanya UMKM, pengusaha besar dari Kadin juga diajak terlibat. Dengan begitu, daya dorongnya diharapkan akan lebih kuat.

Setidaknya ada sepuluh perwakilan dagang di tujuh negara UE yang siap membantu. Mereka jadi ujung tombak di lapangan, mempertemukan produk Indonesia dengan calon pembeli di sana.

Di sisi lain, respons dari Kadin pun terlihat positif. Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, langsung menyambut baik gagasan ini.

“Kami di Kadin all out. Kami fokus di Rapimnas ini untuk membuka lapangan pekerjaan, dan itu bisa tercipta melalui perdagangan dan investasi,” kata Anindya.

“Kami juga akan memaksimalkan berbagai perjanjian CEPA dan Free Trade Agreement (FTA) yang dimiliki Indonesia.”

Jadi, semuanya sudah di garis start. Tinggal menunggu tandatangan di atas kertas perjanjian di awal 2026, lalu aksi nyata mengisi pasar Eropa bisa segera digeber. Tantangannya jelas: kesiapan produk dan ketangguhan bersaing. Tapi peluangnya terbentang luas. Tinggal siapa yang bergerak lebih dulu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar