Ki Bledeg Ragamaya memuji penampilan Ki Gandalelana. Ia memberi upah kepada Ki Gandalelana berlebihan.
Baca Juga: Kisah Pilu Beru Ginting Pase, Peristiwa Tragis di Sarinembah, Hilangnya Marga Ginting Pase
Ki Gandalelana pun sangat senang. "Ki Bledeg Ragamaya, sehubungan tugas saya telah selesai, saya dan anak buah mohon pam it."
"Ya, pulanglah," kata Ki Bledeg Ragamaya,
"Pesan saya, di antara kalian jangan sampai ada yang bertengkar di tengah perjalanan. Jika kalian melanggar pesan ini maka kalian akan mendapat malapetaka."
Baca Juga: Cerita Rakyat Sumatera Utara, Kisah Si Boru Naitang, Aib Memilukan di Pulau Samosir
"Baiklah, semua pesan Ki Bledeg Ragamaya akan kami ingat," jawab Ki Gandalelana.
Ki Gandalelana dan rombongan diantar dua andong. Ki Gandalelana, para sinden, wiraswara, gender, dan rebab naik andong yang depan, sedangkan niyaga lainnya naik andong yang belakang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!