Di sebuah acara bergengsi di The Westin Hotel, Kuningan, Selasa lalu, PT Transjakarta menerima penghargaan bergengsi. Bukan sembarang penghargaan, melainkan detikcom Awards 2025 untuk kategori 'Pelopor Transportasi Publik Berkelanjutan'. Suasana saat itu terasa spesial.
Welfizon Yuza, sang Direktur Utama, tak menyembunyikan rasa bangganya. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan justru sebuah awal.
"Hari ini kami menerima penghargaan detikcom Awards 2025 di kategori Transportasi Publik Berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan sebagai salah satu pilar Global City, untuk menjadikan Jakarta sebagai Global City dan memacu inovasi keberlanjutan, sudah mulai berjalan dan dirasakan oleh masyarakat,"
Menurutnya, langkah ini selaras dengan target besar Pemprov DKI Jakarta untuk menduduki peringkat Top 50 Global City. Transjakarta sendiri sudah punya peta jalan yang jelas, sebuah strategi besar bertajuk Triple S. Apa itu? Service, Strategic Partnership, dan yang tak kalah penting, Sustainability.
Di sisi lain, Welfizon menegaskan bahwa piagam ini bak penyemangat baru. Ia berjanji akan menjadikan sustainability sebagai pilar utama kemajuan perusahaan ke depannya.
"Penghargaan ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk menjadikan pilar sustainability sebagai salah satu pilar strategi utama untuk kemajuan Transjakarta ke depannya,"
Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia sampaikan. Dukungan Pemprov DKI dan loyalitas lebih dari 1,4 juta pelanggan harian disebutnya sebagai tulang punggung dari semua capaian ini.
"Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI dan tentunya lebih dari 1,4 juta pelanggan Transjakarta yang menggunakan Transjakarta setiap harinya,"
Lantas, apa rencana ke depan? Ternyata, ambisinya cukup besar. Transjakarta tidak ingin sekadar menjadi operator bus. Mereka bercita-cita menjadi sebuah platform kolaborasi yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya satu: mendorong lebih banyak warga lagi untuk memilih Transjakarta sebagai moda transportasi utama mereka.
"Yang akan kami kembangkan adalah menjadikan Transjakarta sebagai platform yang bisa bekerja sama dengan multi-stakeholder. Dan tentu juga semakin banyak warga masyarakat yang memanfaatkan dan menggunakan Transjakarta,"
Jadi, ini baru permulaan. Perjalanan menuju kota global yang berkelanjutan masih panjang, tapi setidaknya, langkah pertama sudah diakui.
Artikel Terkait
Hanania Travel Gagal Berangkatkan Ribuan Jemaah, Kerugian Capai Rp60 Miliar
Indeks Literasi Nasional Masih Rendah, Wakil Ketua MPR Dorong Kolaborasi Perluas Akses Bahan Bacaan Berkualitas
Harga Kakao Melonjak 17 Persen Akibat Penutupan Selat Hormuz dan Gangguan Pasok Global
Turap Jalan Raya Lenteng Agung Dibobol untuk Lancarkan Aliran Air yang Terhambat Akibat Amblas