Aksi Bakar Al-Quran di Dearborn Picu Ketegangan Politik

- Sabtu, 22 November 2025 | 00:40 WIB
Aksi Bakar Al-Quran di Dearborn Picu Ketegangan Politik
Insiden Dearborn

Ketegangan politik di AS kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada Jake Lang, calon senator dari Partai Republik yang dikenal dengan pandangan sayap kanannya. Aksi provokatifnya di Dearborn, Michigan, pada Selasa (18/11/2025) memicu gelombang kemarahan. Lokasinya pun punya makna tersendiri Dearborn dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi Muslim-Amerika terbesar di sana.

Dalam sebuah unjuk rasa yang diwarnai sentimen anti-Islam, Lang tertangkap kamera. Ia diduga hendak membakar Al-Qur’an. Rekaman itu dengan cepat menyebar di media sosial, memicu respons yang beragam, dari kecaman hingga dukungan.

[Video: Rekaman aksi Jake Lang di Dearborn]

Menurut video yang beredar, Lang terlihat memegang cairan pemantik api. Ia melemparkan mushaf Al-Qur’an ke tanah. Suara teriakan massa yang marah langsung memenuhi udara. Namun, situasi yang hampir meledak itu berhasil diredam oleh aksi spontan seorang jurnalis Amerika-Libanon, Abbas Abu Khader. Dengan sigap, ia menyambar kitab suci itu sebelum sempat dibakar. Langsung saja, aksinya itu dipuji banyak orang karena mencegah situasi yang bisa jauh lebih buruk.

Tapi, itu belum semuanya. Ada video lain yang beredar. Di situ, Lang terlihat memukulkan bungkusan daging babi ke arah Al-Qur’an. Tindakan yang dianggap sangat menghina itu langsung memicu adu mulat sengit antara pendukung Lang dan warga Dearborn yang merasa dilecehkan. Suasana pun nyaris tak terkendali.

Keributan tak berhenti di jalanan. Di ruang Dewan Kota Dearborn, Lang kembali melontarkan pernyataan-pernyataan yang memicu kontroversi. Ia menyebut teori "great replacement" sebuah teori konspirasi yang kerap digaungkan kalangan ekstrem kanan, yang mengklaim ada upaya sistematis untuk mengganti populasi kulit putih dengan imigran. Padahal, teori ini sudah berkali-kali dibantah para ahli.

“Kami tidak menginginkan Anda di negara kami,” ujarnya lantang di hadapan sejumlah pejabat terpilih, yang beberapa di antaranya adalah Muslim-Amerika. Ia menuduh imigran kulit putih “diusir”, sementara imigran non-kulit putih “berkembang biak lebih cepat.”

Sebenarnya, nama Jake Lang bukanlah hal baru di panggung kontroversi. Ia pernah terlibat dalam penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, dan kemudian mendapat pengampunan dari mantan Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, insiden di Dearborn ini seolah menegaskan betapa retorika kebencian dan sentimen anti-imigran kian menguat. Menjelang kontestasi politik penting, polarisasi terasa makin tajam. Banyak yang khawatir, aksi-aksi provokatif semacam ini bukan cuma memperdalam jurang perpecahan, tapi juga berpotensi memicu konflik horizontal yang sulit dikendalikan. Rasanya, suasana panas seperti ini masih akan berlanjut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar