Portofolio kredit Bank BTN masih bertumpu pada sektor perumahan. Porsinya mencapai 85 persen, menurut Direktur Utama Nixon LP Napitupulu. Angka ini, meski terlihat besar, sebenarnya sudah turun dari posisi sebelumnya yang hampir menyentuh 95 persen.
Penurunan itu bukan pertanda kredit perumahan macet, lho. Justru, kredit di luar sektor perumahan seperti untuk UMKM tumbuh lebih kencang. "Bukan karena kredit perumahan melambat, tetapi karena kredit non-perumahan tumbuh lebih cepat," jelas Nixon dalam keterangan pers, Selasa (2/12/2024).
Perseroan sendiri punya target jangka menengah. Mereka ingin komposisinya berubah jadi 70 persen perumahan dan 30 persen non-perumahan pada 2029 nanti. Dengan begitu, kontribusi bank terhadap pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan bisa lebih besar lagi.
Pernyataan Nixon ini disampaikan saat peresmian wajah baru gedung Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Senin lalu. Gedung yang terletak di Jalan Mgr. Sugiopranoto, Semarang, itu punya cerita sendiri. Desainnya memadukan bangunan heritage lama dengan struktur modern. Hasilnya? Sebuah simbol komitmen BTN untuk menghadirkan layanan perbankan yang inklusif tapi tetap mengedepankan teknologi.
"Lokasi ini strategis, tetap kita pertahankan gedung heritage. Ini jadi seru antara heritage dan gedung modern, desainnya kita satukan," ujar Nixon.
Menurutnya, perpaduan itu merepresentasikan perjalanan BTN; menjaga warisan masa lalu namun tampil dengan wajah baru yang futuristik.
Gedung itu juga bukan sekadar kantor biasa. Di dalamnya, BTN meluncurkan Digital Store pertama di Jawa Tengah, yang menjadi cabang digital ke-11 mereka se-Indonesia. Konsepnya jelas: menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional dengan sistem digital berbasis AI. Prosesnya cepat banget, nasabah bisa buka rekening cuma dalam 3–5 menit lewat pemindaian KTP yang terhubung langsung dengan Dukcapil.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar