Meski secara fisik sudah membaik, penanganan psikisnya masih berjalan. Tim dokter psikolog terus mendampingi pelaku remaja ini.
Untuk sementara, ABH tidak ditahan di tempat biasa. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinsos, KPAI, Bapas, UPT P3A, dan Apsifor, dia ditempatkan di rumah aman.
"Dititip di rumah aman," jelas Budi singkat.
Ledakan yang terjadi Jumat (7/11/2025) silam itu memang tidak menelan korban jiwa. Tapi dampaknya cukup serius. Catatan terakhir, 96 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Yang mengkhawatirkan, Densus 88 Antiteror mengungkap fakta bahwa pelaku membawa tujuh alat peledak ke sekolah. Empat di antaranya berhasil meledak di dua lokasi berbeda di area sekolah.
Tiga peledak lainnya berhasil diamankan petugas sebelum sempat digunakan. Saat ini barang bukti itu disita untuk penyelidikan lebih mendalam.
Artikel Terkait
Ekonom UOB: Daya Beli Menurun, Manufaktur Jadi Kunci Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Global
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
AS Siap Perang Jangka Panjang dengan Iran, Operasi Gabungan Hadapi Perlawanan Sengit