Rupanya, kecemburuan itulah yang menjadi pemicu utama penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro.
Kakek Alvaro, Tugimin, mengaku mendapat informasi soal motif dendam itu setelah proses interogasi berlangsung.
Pernyataan serupa datang dari Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan bahwa kecemburuan Alex sudah mengendap cukup lama.
Alvaro sendiri diculik di sebuah masjid dekat rumahnya pada Maret 2025. Nasib malang menimpanya ia dibunuh dengan cara dibekap. Jasadnya yang tinggal tulang belulang baru ditemukan delapan bulan kemudian di Jembatan Cilalay, Bogor.
Sebuah akhir yang menyedihkan untuk seorang anak kecil, yang menjadi korban dari dendam yang tak seharusnya ia tanggung.
Artikel Terkait
Anindya Bakrie Soroti Dumping dan Impor Ilegal sebagai Tantangan Ekspor Tekstil Bebas Bea ke AS
Afghanistan Klaim Tembak Jatuh F-16 Pakistan, Islamabad Bantah dan Sebut Serang Militan
Kadin Soroti Juknis Tak Jelas Hambat Program Makan Bergizi di Daerah 3T
DPR Desak Kemnaker dan Kemenhub Awasi Ketat Penyaluran THR Pekerja Ojol