Rupanya, kecemburuan itulah yang menjadi pemicu utama penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro.
Kakek Alvaro, Tugimin, mengaku mendapat informasi soal motif dendam itu setelah proses interogasi berlangsung.
Pernyataan serupa datang dari Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan bahwa kecemburuan Alex sudah mengendap cukup lama.
Alvaro sendiri diculik di sebuah masjid dekat rumahnya pada Maret 2025. Nasib malang menimpanya ia dibunuh dengan cara dibekap. Jasadnya yang tinggal tulang belulang baru ditemukan delapan bulan kemudian di Jembatan Cilalay, Bogor.
Sebuah akhir yang menyedihkan untuk seorang anak kecil, yang menjadi korban dari dendam yang tak seharusnya ia tanggung.
Artikel Terkait
DPR Desak Kemnaker dan Kemenhub Awasi Ketat Penyaluran THR Pekerja Ojol
Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal Berdarah Indonesia, Buka Peluang Bela Timnas Garuda
BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek Sabtu Ini
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja