Simon Cowell Buka Suara soal Kematian Liam Payne, Kenang Percakapan Terakhir dengan Orang Tuanya
Dunia musik memang masih berduka. Kepergian Liam Payne yang begitu mendadak di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2024 silam, meninggalkan luka yang dalam bagi banyak orang. Salah satunya adalah Simon Cowell.
Cowell, yang dikenal sebagai sosok kunci di balik terbentuknya One Direction, mengaku sangat terpukul dengan kabar tersebut. Padahal, grup yang awalnya hanya finis di posisi ketiga The X Factor musim 2010 itu justru menjelma menjadi fenomena global. Mereka sukses menjual lebih dari 70 juta kopi album di seluruh dunia.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone belum lama ini, Cowell mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. "Ketika saya mendengar berita itu, saya benar-benar tersadar," katanya dengan nada berat.
Ia lantas mengenang pertemuan terakhirnya dengan Payne, sekitar setahun sebelum insiden tragis itu terjadi. "Dia datang ke rumah saya. Kami berbincang tentang putranya dan menjadi seorang ayah," kenang Cowell.
"Saya ingat pernah berkata, 'Musik bukan segalanya. Jangan biarkan musik mengendalikan hidupmu lagi. Temukan hal lain yang kamu sukai.'"
Namun begitu, Cowell mengaku sempat mempertanyakan dirinya sendiri. "Lalu, Anda bertanya pada diri sendiri: 'Bisakah saya melakukan lebih dari itu?'" sambungnya dengan nada penuh penyesalan.
Artikel Terkait
Doktif Tegas Tolak Ajakan Damai Richard Lee: Ora Sudi!
Herdman Tiba, Sorotan Langsung ke Duel Panas Persib vs Persija
Kadin Siap Pacu Ekonomi 2026, Targetkan Pertumbuhan Tembus 5,4%
Kemarahan Warga Minneapolis Meledak, Aksi Massa Serentak Guncang AS Usai Penembakan oleh ICE