BLTS 2025 Tembus 28 Juta Penerima, Gus Ipul: Data 7 Juta Lainnya Masih Diperiksa

- Rabu, 26 November 2025 | 20:31 WIB
BLTS 2025 Tembus 28 Juta Penerima, Gus Ipul: Data 7 Juta Lainnya Masih Diperiksa

"Setiap penyaluran kita jadikan kesempatan untuk verifikasi lapangan. Kalau ini kita lakukan terus, insyaallah data semakin akurat dan bantuan makin tepat sasaran," katanya.

Di sisi lain, Kemensos juga membuka lebih banyak saluran bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Ini sesuai arahan Presiden Prabowo. Masyarakat yang merasa ada ketidaksesuaian bisa menyampaikan koreksi atau usulan melalui berbagai cara. Mulai dari aplikasi SIKS-NG, fitur Usul/Sanggah di Cek Bansos, Call Center 171, sampai layanan WhatsApp yang masih dalam tahap pengembangan.

"Kami sangat terbuka. Kalau ada yang dirasa kurang pas, masyarakat bisa mengoreksi melalui saluran yang sudah ada," kata Gus Ipul.

Hal menarik yang dia sampaikan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk secara sukarela mengundurkan diri dari program bansos. Mereka merasa sudah mampu secara ekonomi.

"Sekarang ini sudah banyak masyarakat yang mulai menolak bansos. Mereka merasa sudah cukup, dan kami harapkan ini dialokasikan kepada saudara lain yang lebih membutuhkan," ujar Gus Ipul.

Fenomena positif ini terekam baik melalui aplikasi Cek Bansos maupun laporan langsung dari verifikator di lapangan.

Lalu, bagaimana dengan stiker penanda penerima bansos yang sempat ramai diperbincangkan? Menurut Gus Ipul, kebijakan itu murni inisiatif lokal. Meski begitu, dampaknya ternyata cukup baik.

"Ada sebagian yang kemudian mengundurkan diri. Itu kami hormati dan kami apresiasi," ungkapnya.

Baginya, ini adalah sebuah pertanda baik yang menumbuhkan kesadaran baru di tengah masyarakat untuk saling mengingatkan dan mengoreksi.


Halaman:

Komentar