Di Masjid Kementerian Agama, Jakarta Pusat, suasana Rabu (26/11) pagi terasa berbeda. Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah yang baru, berdiri tegas. Dalam pelantikan pejabat struktural kementerian barunya, ia tak segan menyoroti hal-hal yang selama ini dianggap tidak tepat.
"Artinya, kita harus berani membenahi proses-proses lama yang tidak tepat," ujarnya, suaranya jelas terdengar.
Ia melanjutkan, "Membereskan praktik-praktik yang tidak sesuai, dan memastikan bahwa seluruh sistem ini berjalan di jalur yang benar."
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil hari ini akan punya dampak besar. Bukan cuma untuk besok atau lusa, tapi untuk kelancaran ibadah haji dua tahun ke depan. Itu sebabnya, tuntutannya tegas.
"Itulah sebabnya saya menegaskan sejak dilantik hari ini, saudara-saudara dituntut, sekali lagi, dituntut untuk berlari. Tidak cukup berjalan kaki, harus berlari."
Sebagai kementerian baru, tekanan yang mereka tanggung memang tidak main-main. Gus Irfan menegaskan, mereka dituntut untuk melakukan lompatan, bukan sekadar meneruskan kebiasaan lama. Pola business as usual harus ditinggalkan.
Artikel Terkait
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Menteri Pertahanan Sebut Perang Terbuka