Di sisi lain, Maduro ternyata masih membuka pintu diplomasi. Dia mengaku siap berdiskusi untuk mencari titik temu yang bisa meredakan ketegangan. Tapi jangan salah, Venezuela tidak akan tinggal diam jika AS memilih jalur konfrontasi.
Menurut penuturannya, selama 16 pekan terakhir, AS terus membayangi wilayah Venezuela dan bahkan sudah menyerang sekitar 20 kapal yang dituduh membawa narkoba. Situasi ini membuat angkatan bersenjata Venezuela siaga penuh.
"Justru ancaman dan agresi ini membangkitkan semangat Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian," katanya. Milisi semakin terlatih, dan masyarakat sipil pun ikut bersiap membantu militer.
Ketegangan antara kedua negara memang memanas belakangan ini. Puncaknya, AS menyiagakan gugus tugas kapal induk USS Gerald R Ford beserta kapal perang pendukungnya di Laut Karibia. Langkah ini diambil di tengah spekulasi kuat tentang kemungkinan operasi militer terhadap Venezuela.
Trump sendiri sempat berkomentar bahwa Venezuela menginginkan dialog. Namun begitu, pernyataannya mengisyaratkan bahwa Washington mungkin sudah mengambil keputusan tertentu tentang langkah berikutnya. Sebuah situasi yang membuat banyak pihak menahan napas.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli