Hery menambahkan, layanan ini memang sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam nasabah, baik ritel maupun korporasi.
"Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah ritel dan korporasi, mencakup pembiayaan modal kerja berbasis emas, produk tabungan dan deposito emas, perdagangan emas, serta jasa penitipan emas. Inisiatif ini mencerminkan komitmen BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan berkelanjutan," jelasnya.
Nah, untuk mewujudkan komitmen transformasi digital, Pegadaian bersama BRI sudah menjalankan dua inisiatif penting. Pertama, mereka meluncurkan aplikasi Tring!, semacam super app yang menghadirkan layanan emas berbasis digital secara terpadu. Aplikasi ini punya beragam fitur, mulai dari tabungan emas, gadai emas, cicilan emas, cetak emas, sampai layanan keuangan lainnya seperti pembayaran tagihan dan top-up e-wallet.
Kedua, mereka mengintegrasikan layanan emas Pegadaian ke dalam aplikasi BRIMo. Jadi nasabah bisa mengakses produk tabungan emas, cicil emas, cetak emas, dan transfer emas langsung dari sana.
"Kita tidak hanya melayani dari sisi pembiayaan mikro, namun kita ingin tumbuh di ekosistem emas nasional," tegas Hery.
Semua langkah ini menunjukkan betapa seriusnya BRI dalam membangun ekosistem investasi yang lebih merakyat dan mudah diakses.
Artikel Terkait
Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 45%, Ditargetkan Rampung Sebelum Juni 2026
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz
KPK Tuntut Dua Eks Dirut Pertamina Kasus Korupsi LNG Senilai Rp1,7 Triliun
Persib Bandung Raih Kemenangan Dramatis dengan 10 Pemain Atas Bali United