Salah satu terobosan yang langsung terasa dampaknya adalah pembukaan pada Sabtu malam. “Sejak dibuka pada hari Sabtu malam, jumlah pengunjung mencapai 14.794 orang,” ungkapnya. Angka kunjungan di akhir pekan pun melonjak signifikan, kini rata-rata berada di kisaran 35.000 hingga 40.000 pengunjung.
Soal isu pakan satwa yang sempat beredar, Pram menegaskan bahwa hal itu tidak benar. “Saya meminta agar aspek pakan ini dicek terus-menerus. Isu bahwa ada pakan yang dibawa pulang itu tidak benar,” jelasnya. Proses pemberian pakan, menurutnya, diawasi secara ketat oleh petugas khusus yang bertanggung jawab.
Sebagai lembaga konservasi, Ragunan memang menerapkan standar tinggi untuk urusan pakan. Setiap satwa dapat jatah sesuai kebutuhan spesies, usia, dan kondisi kesehatannya. Pakan didistribusikan dan diberikan di hari yang sama agar tetap segar. Keeper berpengalaman yang menangani, sementara kurator melakukan pemantauan harian.
Harapannya, kunjungan ini bisa memberikan gambaran nyata pada publik sekaligus meluruskan informasi yang simpang siur. “Beberapa hari ini banyak pertanyaan tentang Ragunan. Hari ini, kami melihat sendiri di lapangan agar publik mendapatkan penjelasan yang benar dan jelas,” pungkas Pramono Anung.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dalam Operasi Tangkap Tangan
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Kemlu Pantau Ketat 519 Ribu WNI di Timur Tengah Pascakericuhan Iran
Ribuan Penerbangan Dibatalkan, 300 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Teluk