Smartboard di Sekolah Dapat Dukungan, dengan Catatan Pengawasan Ketat
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah meluncurkan papan tulis digital atau smartboard untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Meski mendukung, Hetifah menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam penggunaan teknologi pembelajaran baru ini.
Dalam pernyataannya, Hetifah menyambut positif pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang diresmikan oleh presiden. Ia meyakini bahwa kehadiran smartboard dapat meningkatkan minat dan ketertarikan siswa dalam proses belajar mengajar.
Namun, politisi ini juga mengingatkan agar penggunaan smartboard harus benar-benar sesuai dengan peruntukannya sebagai alat pendidikan. "Diperlukan SOP pembelajaran bagi guru-guru dan murid agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak mendukung pembelajaran," ujarnya.
Hetifah menambahkan, idealnya PID dapat diatur dengan sistem otentikasi yang hanya dapat dioperasikan oleh guru selama jam pelajaran berlangsung. Pengaturan ini dinilai dapat meminimalisir risiko penggunaan smartboard untuk aktivitas di luar pembelajaran.
Peringatan Agar Tidak Terulang Kasus Penyalahgunaan
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian. Ia meminta seluruh satuan pendidikan memastikan smartboard digunakan semata-mata untuk proses belajar mengajar, bukan untuk hiburan seperti karaoke.
Lalu menyinggung kasus viral dimana fasilitas smart TV di sebuah sekolah di Pandeglang pernah disalahgunakan oleh kepala sekolahnya untuk berkaraoke. Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali dan harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Di balik peringatannya, Lalu turut mengapresiasi inisiatif pemerintah. Ia menilai peluncuran smartboard merupakan langkah konkret untuk memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan teknologi pembelajaran yang interaktif dan modern.
Program Revitalisasi Pendidikan Digital
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan interactive flat panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah. Program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mewujudkan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan.
Peluncuran perdana dilakukan di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, dan diikuti secara hybrid oleh ribuan sekolah lainnya. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa capaian program ini sudah signifikan, dengan 75% sekolah di Indonesia telah menerima panel interaktif tersebut.
Kehadiran smartboard diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan meningkatkan semangat belajar anak-anak di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
11 Negara Siap Bertarung di Piala AFF U-19 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Sekaligus Juara Bertahan
Israel Klaim Tewaskan 900 Anggota Hizbullah, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dianggap Gagal
Bielsa Coret Luis Suarez dari Skuad Final Uruguay untuk Piala Dunia 2026
PERBASI Panggil Penyelenggara Campus League Usai Pemain Alami Retak Pelipis di Laga Semifinal