Malam itu benar-benar istimewa bagi Omara Esteghlal. Di panggung Festival Film Indonesia 2025, aktor 26 tahun itu berhasil menyabet Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Kemenangannya datang lewat perannya yang kuat dalam film "Pengepungan di Bukit Duri".
Ia berhasil mengungguli tiga nama besar lainnya. Ada Reza Rahadian lewat "Gowok", Boris Bokir di "Panggil Aku Ayah", dan Jerome Kurnia yang tampil di "Perang Kota".
Begitu namanya disebut, raut wajahnya langsung berubah. Terlihat jelas betapa emosional dirinya. Dalam pidato kemenangan yang cukup spontan, Omara menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam. "Aku amat bersyukur bisa...bahkan (berada) satu nominasi dengan orang-orang yang aku idolakan," ujarnya dengan suara bergetar. "Bang Boris, Jerome, Kak Reza."
Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih pada keluarganya yang selalu menjadi support system terbaik. Tapi yang bikin suasana makin haru adalah ketika ia menyebut sang kekasih, Prilly Latuconsina. "Dan juga untuk perempuan yang hebat sekali bisa mengurus semua acara ini, Ibu Prilly Latuconsina, yang cantik di situ," katanya sambil tersenyum. "Terima kasih. I love you." Matanya berkaca-kaca saat mengucapkan kata-kata itu.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan ke seluruh kru "Pengepungan di Bukit Duri". Sutradara Joko Anwar dapat pujian khusus. "Khususnya untuk Abang Joko, I love you, Bang. Aku nge-fans banget sama Abang." Morgan Oey, lawan mainnya di film tersebut, juga tak luput dari perhatian. "Dan tentunya aku gak bisa di sini tanpa Pak Guruku tercinta, Morgan Oey, ini untukmu, Pak."
Lebih Dalam tentang Peran Jefri
Omara kemudian bercerita sedikit tentang karakter yang ia perankan, Jefri. Menurutnya, Jefri adalah sosok yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan, kebencian, dan diskriminasi. Karakter inilah yang memberinya ruang untuk menunjukkan kemampuan aktingnya.
Di akhir pidatonya, Omara menyelipkan pesan yang cukup dalam. "Semoga kita bisa belajar betapa bahayanya jika kita mengabaikan isu-isu penting seperti itu," ujarnya dengan serius. "Semoga negara majemuk yang kita cintai ini akan bebas dari diskriminasi ras, suku, ataupun agama. Dan kita akan terus melawan kekerasan."
Pidato yang ditutup dengan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan itu benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Bukan sekadar ucapan terima kasih biasa, tapi juga sebuah pernyataan sikap dari seorang aktor muda berbakat.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat