Jalanan Jakarta memang tak pernah sepi dari cerita. Kali ini, yang menjadi sorotan adalah aksi pencurian besi di Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tampaknya sudah cukup gerah dengan ulah para "rayap besi" ini. Ia pun mengambil langkah konkret: memasang kamera pengawas di seluruh JPO yang ada.
“Teman-teman sekalian, sekarang ini hampir semua JPO saya sudah minta untuk mulai dipasang CCTV. Itu yang pertama,”
ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa lalu. Nada suaranya tegas, mencerminkan keseriusannya menangani masalah ini.
Menurutnya, pemasangan CCTV bukanlah akhir dari cerita. Ia justru melihatnya sebagai langkah awal untuk menjerat pelaku. Pramono berharap, dengan adanya mata elektronik itu, siapa pun yang nekat mencuri bisa segera diidentifikasi dan ditindak. “Jakarta pelan-pelan kita benahi, mudah-mudahan siapa pun yang akan melakukan itu segera bisa kita tangkap,” tambahnya. Rencananya, pembenahan keamanan ini akan dilakukan setahap demi setahap.
Namun begitu, ia tak hanya mengandalkan teknologi. Ada pesan keras yang disampaikan untuk para pelaku dan penegak hukum. Bila ada yang ketahuan mengambil besi JPO, Pramono mendorong agar aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kalau kemudian masih ada yang mengambil atau mencuri besi-besi yang ada di JPO, saya akan mendorong untuk diambil tindakan tegas kepada siapa pun itu,”
tegasnya. Alasannya jelas: aksi semacam ini dianggapnya telah mengganggu ketertiban umum. Bukan sekadar masalah kehilangan material, tetapi lebih pada rasa aman dan kenyamanan warga yang menggunakan fasilitas publik.
Jadi, mulai sekarang, para JPO di ibu kota akan memiliki "penjaga" tambahan. Langkah Pramono ini patut diapresiasi, meski efek jera bagi pelaku masih harus ditunggu hasilnya nanti.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan